4 Anak Michael Hartono Disebut Mewarisi Saham Rp52,3 Triliun per Orang

Empat ahli waris Michael Bambang Hartono disebut menerima pembagian saham 49 persen di holding keluarga PT Dwimuria Investama Andalan. Nilainya diperkirakan mencapai US$2,93 miliar atau sekitar Rp52,37 triliun per orang.

1786625282531

Michael Hartono mewariskan saham masing-masing senilai Rp 52,3 trilliun kepada ke empat orang anaknya melalui PT Dwimuria Investama Andalan.(Foto: Wikipedia)


Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA— Empat anak mendiang konglomerat Michael Bambang Hartono disebut menerima warisan saham dengan nilai sedikitnya US$2,93 miliar atau sekitar Rp52,37 triliun per orang. Transfer kekayaan tersebut berkaitan dengan pembagian kepemilikan saham Michael di perusahaan holding keluarga, PT Dwimuria Investama Andalan (DIA).


Michael Hartono meninggal dunia di Singapura pada 19 Maret 2026 dalam usia 86 tahun. Kabar tersebut sebelumnya dikonfirmasi oleh Grup Djarum. Bersama sang adik, Robert Budi Hartono, Michael merupakan salah satu pengendali utama bisnis keluarga Hartono, termasuk kepemilikan di PT Bank Central Asia Tbk (BCA).


Laporan media internasional menyebut 49 persen kepemilikan Michael di PT Dwimuria Investama Andalan telah dibagi rata kepada empat ahli warisnya berdasarkan dokumen yang diajukan kepada pemerintah. Dengan pembagian tersebut, masing-masing ahli waris memperoleh sekitar seperempat dari porsi 49 persen yang sebelumnya dimiliki Michael di perusahaan holding tersebut.


Nilai Warisan Capai Rp52,3 Triliun per Anak


Laporan Cinco Días yang terbit 12 Agustus 2026 menyebut nilai saham yang diterima masing-masing dari empat anak Michael mencapai sedikitnya US$2,93 miliar. Jika menggunakan asumsi kurs Rp17.870 per dolar AS, nilainya setara sekitar Rp52,37 triliun.
Angka tersebut bukan berarti setiap anak menerima uang tunai Rp52,3 triliun. Nilai tersebut merupakan estimasi atas saham atau kepemilikan bisnis yang dialihkan kepada para ahli waris.


Dengan demikian, total nilai transfer kepada empat ahli waris diperkirakan mencapai sekitar US$11,72 miliar atau lebih dari Rp209 triliun berdasarkan kurs yang sama. Laporan tersebut juga menyebut nilai tersebut terutama dapat ditelusuri dari kepemilikan tidak langsung atas saham BCA melalui PT Dwimuria Investama Andalan.


Dwimuria Pegang 54,94 Persen Saham BCA


PT Dwimuria Investama Andalan merupakan perusahaan yang menjadi salah satu kendaraan utama kepemilikan keluarga Hartono di BCA. Berdasarkan data resmi BCA, PT Dwimuria Investama Andalan memegang 67,73 miliar saham BCA atau sekitar 54,94 persen dari total saham bank tersebut. Struktur tersebut masih tercatat dalam laporan BCA pada 2026.


BCA juga menyatakan bahwa pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan adalah Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono. Karena itu, keduanya tercatat sebagai pengendali terakhir BCA melalui perusahaan tersebut.


Setelah Michael meninggal, porsi 49 persen kepemilikannya di PT Dwimuria disebut dialihkan kepada empat ahli waris.
Jika porsi tersebut dibagi rata, masing-masing anak mendapatkan sekitar 12,25 persen kepemilikan di PT Dwimuria Investama Andalan.


Perlu dicatat, angka 12,25 persen tersebut merupakan kepemilikan pada perusahaan holding, bukan kepemilikan langsung 12,25 persen atas saham BCA.


Karena PT Dwimuria menguasai 54,94 persen saham BCA, kepemilikan tidak langsung masing-masing ahli waris terhadap BCA secara matematis setara sekitar 6,73 persen, dengan asumsi struktur kepemilikan tersebut tetap dan tidak ada perubahan lainnya.


Michael Hartono Tinggalkan Gurita Bisnis


Michael Bambang Hartono dikenal sebagai salah satu pengusaha terkaya Indonesia. Bersama Robert Budi Hartono, ia mengembangkan bisnis keluarga yang awalnya bertumpu pada industri rokok Djarum menjadi kelompok usaha dengan kepentingan di berbagai sektor.


Selain Djarum dan BCA, bisnis keluarga Hartono juga memiliki kepentingan di sektor teknologi, properti, telekomunikasi, elektronik, hingga perdagangan digital.


Forbes mencatat Michael Hartono sebagai miliarder Indonesia dengan kekayaan sekitar US$18,9 miliar berdasarkan penilaian per 10 Maret 2026, sebelum ia meninggal. Forbes menyebut sumber kekayaan Michael antara lain berasal dari kepemilikan di BCA dan bisnis keluarga lainnya.


BCA sendiri menjadi salah satu aset paling strategis dalam kerajaan bisnis Hartono. Bank tersebut merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia dan saham pengendalinya tetap berada di tangan PT Dwimuria Investama Andalan.


Estafet Kekayaan Keluarga Hartono


Pembagian saham kepada empat anak Michael menjadi bagian dari proses penerusan kepemilikan kekayaan keluarga Hartono kepada generasi berikutnya.


Michael merupakan generasi kedua pengelola bisnis Djarum setelah perusahaan tersebut didirikan oleh ayahnya, Oei Wie Gwan. Bersama Robert, Michael kemudian mengembangkan bisnis keluarga hingga memiliki jaringan usaha yang jauh lebih luas dibanding bisnis rokok pada awalnya.


Reuters melaporkan saat Michael meninggal bahwa keluarga Hartono merupakan salah satu keluarga bisnis paling kaya di Indonesia. Kekayaan mereka berasal dari berbagai sektor, dengan kepemilikan signifikan di BCA menjadi salah satu sumber utama kekayaan keluarga.


Dengan pengalihan saham tersebut, sebagian kepemilikan Michael kini berpindah kepada empat anaknya. Namun, struktur kepemilikan dan pengendalian bisnis keluarga Hartono secara keseluruhan masih melibatkan Robert Budi Hartono sebagai pemegang saham lainnya di PT Dwimuria Investama Andalan.


Catatan: Nilai Rp52,37 triliun per orang merupakan estimasi berdasarkan nilai saham dan asumsi kurs Rp17.870 per US$1. Nilai tersebut dapat berubah mengikuti harga saham, nilai aset perusahaan, kurs rupiah, serta perubahan struktur kepemilikan.


( berbagai sumber)