5,5 Juta Buku Bacaan Bermutu Siap Didistribusikan, Mendikdasmen Mu’ti Ajak Semua Pihak Perkuat Literasi Anak

pelepasan-5-jt-buku-muti

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti (kiri) saat
melepas distribusi 5,5 juta buku bacaan bermutu untuk jenjang SD dan SMP
di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)

Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID, KUDUS — Pemerintah terus menggenjot budaya membaca di kalangan pelajar melalui perluasan akses terhadap buku bacaan bermutu. Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat.

Komitmen itu ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat melepas distribusi 5,5 juta buku bacaan bermutu untuk jenjang SD dan SMP di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).

Menurut Abdul Mu’ti, penguatan literasi dan numerasi merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Karena itu, peningkatan minat baca anak harus dilakukan secara bersama-sama agar semakin banyak peserta didik memperoleh akses terhadap bahan bacaan berkualitas.

“Kami berusaha dengan segala kemampuan agar minat baca anak dapat ditingkatkan. Bersama mitra, termasuk Pura Barutama dan PT Mars Akbar Mandiri, kami berharap program ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti menegaskan, kebiasaan membaca tidak cukup dibangun hanya melalui proses belajar di ruang kelas. Menurutnya, buku bacaan menjadi jendela pengetahuan yang mampu memperluas wawasan anak di luar materi pembelajaran formal.

Karena itu, pemerintah daerah dan sektor swasta juga didorong untuk ikut berkontribusi menyediakan bahan bacaan yang berkualitas di sekolah maupun ruang-ruang publik.

Selain menyediakan buku cetak, Kemendikdasmen juga memperluas akses belajar melalui platform Rumah Pendidikan. Melalui layanan tersebut, guru dan siswa dapat mengunduh buku teks maupun nonteks secara gratis dalam bentuk buku digital, audiobook, hingga videobook sehingga semakin mudah diakses kapan saja.

Perhatian terhadap pendidikan inklusif juga mendapat apresiasi dari Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria. Ia menilai langkah Kemendikdasmen menyediakan buku huruf Braille serta sumber belajar berbasis audio dan video bagi anak berkebutuhan khusus merupakan bentuk nyata pemerataan akses pendidikan.

“Upaya ini harus terus diperkuat sebagai bagian dari peningkatan mutu literasi nasional,” kata Hariqo.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan bergotong royong memperluas akses terhadap buku bacaan bermutu agar semakin banyak anak Indonesia memiliki kemampuan membaca dan menulis yang baik.

Dukungan terhadap Gerakan Literasi Nasional 2026 juga datang dari dunia usaha. Direktur Utama PT Pura Barutama, Bambang Handoko, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung penguatan budaya membaca sebagai bekal generasi penerus bangsa.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, menjelaskan distribusi buku tahun ini menjangkau 510 kabupaten dan kota di 38 provinsi di Indonesia.

Prioritas penyaluran diberikan kepada satuan pendidikan yang hasil Asesmen Nasional (AN) menunjukkan kemampuan literasinya masih berada di bawah kompetensi minimum.

Hafidz memastikan setiap paket buku yang dikirim ke sekolah telah dilengkapi pedoman pemanfaatan agar guru, kepala sekolah, dan peserta didik dapat menggunakannya secara optimal.

“Di dalam buku-buku yang dikirimkan sudah dilengkapi dengan pedoman pemanfaatan buku tersebut, sehingga diharapkan akan mempermudah guru, kepala sekolah, dan murid untuk memanfaatkan buku-buku tersebut,” jelas Hafidz.

Hafidz berharap kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat mampu memperluas akses terhadap bacaan berkualitas sehingga lahir generasi Indonesia yang lebih cerdas, kritis, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

“Langkah kita bersama ini menjadi pendorong agar buku bacaan bermutu yang didistribusikan bermanfaat dengan maksimal. Semoga yang kita lakukan dapat menghasilkan murid-murid yang cerdas, kritis, dan berkarakter guna mendukung kemajuan bangsa Indonesia,” pungkas Hafidz

(Sumber: Kemendikdasmen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *