SLBN Purwosari Kudus Direvitalisasi Rp1,4 Miliar, Fasilitas Belajar Siswa Berkebutuhan Khusus Makin Lengkap
Editor: Endro Yuwanto
GEBRAK.ID, KUDUS — Pemerintah terus memperkuat layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus melalui peningkatan sarana dan prasarana sekolah. Komitmen itu kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.452.684.000 untuk revitalisasi Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Purwosari, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Selain merevitalisasi fasilitas sekolah, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan buku bacaan bermutu kepada 10 sekolah di Kabupaten Kudus sebagai bagian dari penguatan gerakan literasi nasional.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat melakukan kunjungan kerja di Kudus, Jumat (31/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti menyerahkan 200 eksemplar buku bacaan bermutu untuk jenjang sekolah dasar dan 300 eksemplar untuk jenjang sekolah menengah pertama.
Sekolah penerima bantuan meliputi SD 3 Mlati Lor, SD 4 Undaan Kidul, SD 4 Karangrowo, SD 1 Dukuhwaringin, SMP PGRI Jekulo, SLB Negeri Cendono, SLB Negeri Purwosari, SLB Negeri Kaliwungu, SLB Negeri Jepara, dan SLB Negeri Pati.
Sementara itu, revitalisasi SLBN Purwosari mencakup pembangunan satu unit toilet baru, renovasi dua ruang kelas, serta perbaikan dua ruang keterampilan. Peningkatan fasilitas tersebut diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik sekolah, tetapi juga dengan menyediakan bahan ajar yang dapat diakses seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
“Kami informasikan juga selain buku-buku cetak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menyediakan bacaan-bacaan yang bermutu dan bahan-bahan belajar yang bermutu dalam bentuk audio book, kemudian juga video book untuk anak-anak kita yang berkebutuhan khusus. Ini adalah bagian dari usaha kami untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Abdul Mu’ti.
Menurut Abdul Mu’ti, gerakan literasi harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar menjadi slogan. “Betul-betul kami mendorong agar literasi ini tidak menjadi slogan, tapi menjadi gerakan,” tegasnya.
Mendikdasmen juga menekankan bahwa bantuan yang diberikan kepada sekolah merupakan bagian dari amanat Presiden untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
“Kami berikan bantuan kepada sekolah sebagai bagian dari komitmen Bapak Presiden yang diamanahkan kepada kami untuk meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan di daerahnya. Ia menilai bantuan revitalisasi sekolah dan penguatan literasi akan memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran.
“Lewat Pak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, pemerintah telah memberikan buku dan media digital guna memperkuat literasi, termasuk bantuan revitalisasi sekolah-sekolah di Kudus. Ini memberikan dampak yang sangat luar biasa dalam rangka kenyamanan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah,” ujar Sam’ani.
Sam’ani juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan kepada Kabupaten Kudus. “Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kudus, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dari Pak Menteri,” ucapnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala SLB Negeri Purwosari Kudus, Edi Sujito. Menurutnya, bantuan tersebut akan sangat bermanfaat bagi sekolah yang saat ini melayani sekitar 240 peserta didik dengan berbagai ragam kebutuhan khusus.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri. Bantuannya kami terima dan manfaatkan dengan baik,” kata Edi.
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti juga menyaksikan langsung berbagai aktivitas pembelajaran di SLBN Purwosari. Para siswa menampilkan kemampuan mengulas buku cerita, membaca huruf Braille, mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi siswa tunarungu, hingga memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran digital.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika seorang siswa membacakan puisi hasil karyanya sendiri di hadapan Menteri dan Bupati Kudus. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan dari seluruh tamu yang hadir.
Kunjungan ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Dengan dukungan sarana, prasarana, serta bahan ajar yang semakin lengkap dan mudah diakses, diharapkan setiap anak Indonesia, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih prestasi.
(Sumber: Kemendikdasmen)

