6 Tunggal Putra Indonesia yang Pernah Jadi Nomor 1 Dunia, Terbaru Jonatan Christie

taufik_hidayat_169-169

Nama Taufik Hidayat tidak bisa dilepaskan dari kejayaan tunggal putra Indonesia pada era 1990-an hingga awal 2000-an. (Foto: BWF)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID — Jonatan Christie mencatat sejarah baru bagi bulu tangkis Indonesia setelah menempati peringkat satu dunia BWF pada Selasa (25/8/2026). Pencapaian tersebut kembali menempatkan tunggal putra Indonesia di puncak hierarki bulu tangkis dunia setelah penantian panjang.

Sebelum Jonatan Christie, sejumlah legenda tunggal putra Indonesia juga pernah merasakan posisi nomor satu dunia. Mereka datang dari generasi berbeda, tetapi sama-sama meninggalkan jejak penting dalam sejarah bulu tangkis nasional.

Berikut lima tunggal putra Indonesia yang pernah menduduki peringkat satu dunia BWF.

  1. Taufik Hidayat

Nama Taufik Hidayat tidak bisa dilepaskan dari kejayaan tunggal putra Indonesia pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu dikenal memiliki permainan khas, terutama backhand smash yang menjadi salah satu senjata andalannya.

Taufik pernah mencapai peringkat satu dunia pada 2000. Saat itu, usianya baru 19 tahun.

Karier Taufik semakin lengkap setelah ia meraih emas Olimpiade 2004. Ia juga pernah menjadi juara dunia pada 2005 serta mengoleksi sejumlah gelar bergengsi lainnya.

Prestasinya di level internasional membuat Taufik menjadi salah satu ikon terbesar tunggal putra Indonesia.

  1. Hariyanto Arbi

Generasi berikutnya yang pernah mencapai puncak ranking dunia adalah Hariyanto Arbi. Pemain yang terkenal dengan julukan “Smash 100 Watt” tersebut menjadi salah satu tunggal putra paling ditakuti pada era 1990-an.

Hariyanto Arbi pernah menduduki peringkat satu dunia pada 1995. Ia juga memiliki koleksi gelar bergengsi, termasuk dua gelar All England pada 1993 dan 1994 serta Kejuaraan Dunia 1995.

Selain prestasi individu, Hariyanto juga menjadi bagian dari kekuatan Indonesia di ajang beregu. Ia turut memperkuat Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional, termasuk Piala Thomas.

  1. Ardy B. Wiranata

Ardy B. Wiranata menjadi salah satu tunggal putra andalan Indonesia pada pengujung 1980-an hingga 1990-an. Permainannya membawa sejumlah gelar penting untuk Merah Putih.

Salah satu pencapaian terbesar Ardy adalah menjuarai All England 1991. Ia juga tampil sangat dominan di Indonesia Open dengan enam gelar juara pada 1990, 1991, 1992, 1994, 1995, dan 1997.

Di ajang Olimpiade Barcelona 1992, Ardy meraih medali perak. Ia kembali mendapatkan medali perak pada Kejuaraan Dunia 1991.

Rangkaian prestasi tersebut menempatkannya sebagai salah satu tunggal putra terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

  1. Alan Budikusuma

Alan Budikusuma merupakan salah satu nama yang paling dikenang dalam sejarah bulu tangkis Indonesia. Puncak kariernya terjadi di Olimpiade Barcelona 1992 ketika ia berhasil merebut medali emas tunggal putra.

Kemenangan tersebut memiliki arti khusus karena bulu tangkis baru pertama kali dipertandingkan sebagai cabang resmi Olimpiade pada Barcelona 1992. Alan menjadi bagian dari sejarah ketika Indonesia langsung meraih emas melalui nomor tunggal putra dan putri.

Alan juga pernah menjadi juara dunia dan ikut membantu Indonesia meraih kesuksesan di Piala Thomas.

Setelah meraih berbagai prestasi tersebut, Alan sempat menduduki posisi teratas ranking dunia. Namanya pun tercatat sebagai salah satu tunggal putra Indonesia yang pernah mencapai puncak.

  1. Liem Swie King

Jauh sebelum era Taufik Hidayat dan para pemain generasi 1990-an, Indonesia sudah memiliki Liem Swie King. Legenda yang dikenal dengan julukan “King” tersebut menjadi salah satu bintang terbesar dunia pada era 1970-an hingga 1980-an.

Liem Swie King dikenal memiliki smash keras yang menjadi ciri khas permainannya. Ia tiga kali menjuarai All England, yakni pada 1978, 1979, dan 1981.

Selain itu, Liem Swie King juga menjadi bagian penting dari kejayaan Indonesia di Piala Thomas. Ia memperkuat tim Indonesia dalam sejumlah keberhasilan di ajang beregu tersebut.

Pada era awal 1980-an, Liem Swie King juga pernah berada di posisi teratas ranking dunia.

  1. Jonatan Christie Kembali Bawa Indonesia ke Puncak

Masuknya Jonatan Christie ke posisi nomor satu dunia pada Agustus 2026 menambah panjang daftar tunggal putra Indonesia yang pernah mencapai puncak.

Baca juga: Jonatan Christie Segera Jadi Pebulu Tangkis Nomor 1 Dunia BWF meski Gagal Juara Dunia

Momen ini sekaligus memperlihatkan kesinambungan tradisi tunggal putra Indonesia. Dari Liem Swie King, Alan Budikusuma, Ardy B. Wiranata, Hariyanto Arbi, hingga Taufik Hidayat, Indonesia memiliki sederet pemain yang pernah menjadi tolok ukur kekuatan tunggal putra dunia.

Kini, giliran Jonatan Christie meneruskan catatan tersebut. Data peringkat historis BWF memang menyediakan arsip ranking dunia berdasarkan pekan dan tahun, sehingga pencapaian para pemain dari generasi berbeda dapat ditelusuri dalam sejarah ranking resmi BWF.

Pencapaian Jonatan juga menjadi pengingat bahwa tradisi panjang tunggal putra Indonesia di level tertinggi belum berakhir. Setelah lebih dari dua dekade, posisi nomor satu dunia kembali menjadi milik wakil Indonesia.

(Berbagai Sumber)