900 Kasus ISPA di Paser, Dinkes Imbau Warga Waspada Karhutla
Kabut Asap Mulai Mengancam Kesehatan, Puskesmas Disiagakan.(Foto:tangkapan layar)
Editor:Dinar Kencana
GEBRAK.ID,PASER – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Hingga Juli 2026, tercatat 900 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah tersebut. Kepala Dinkes Paser, Amri Yulihardi, menyampaikan bahwa meski tidak semua kasus ISPA disebabkan langsung oleh paparan asap, masyarakat tetap diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas.
“Kami imbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi kegiatan di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat,” pesannya.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma mendapat perhatian khusus karena memiliki risiko lebih tinggi terdampak kabut asap. Dinkes juga menyarankan warga menutup rapat pintu, jendela, dan ventilasi rumah untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, seluruh puskesmas di Kabupaten Paser telah diarahkan untuk siaga. Meski belum mengeluarkan surat edaran resmi, petugas kesehatan telah disiagakan secara bergiliran untuk memantau kondisi lapangan dan memastikan ketersediaan obat-obatan di Instalasi Farmasi Kabupaten.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur per 19 Agustus 2026, tercatat 413 titik karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 936,95 hektare di provinsi tersebut. Kabupaten Paser sendiri mencatatkan jumlah titik panas tertinggi, yaitu 85 titik.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mendorong pemerintah memperkuat penanganan karhutla dan menyiapkan protokol perlindungan kesehatan, termasuk kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh jika kualitas udara membahayakan kesehatan anak sekolah.
Secara nasional, Kementerian Kesehatan mencatat dampak karhutla telah menyebar di 29 kabupaten/kota di tujuh provinsi, dengan jumlah penduduk terdampak mencapai 3,15 juta jiwa. Asap karhutla bahkan telah melintasi batas negara hingga menurunkan kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia.
(berbagai sumber)
