Antusiasme Warga Gorontalo Sambut SNT 6 Bone Bolango, Fasilitas Lengkap Jadi Harapan Baru

snt bone

Kehadiran Sekolah Negeri Terpadu (SNT) 6 Bone Bolango, Gorontalo, mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Para murid tampak bersemangat menjalani aktivitas sekolah, sementara orang tua melihat keberadaan SNT sebagai peluang baru untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik. (Foto: Humas Kemendikdasmen)

Editor: Devona R

GEBRAK.ID, BONE BOLANGO — Kehadiran Sekolah Negeri Terpadu (SNT) 6 Bone Bolango, Gorontalo, mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Para murid tampak bersemangat menjalani aktivitas sekolah, sementara orang tua melihat keberadaan SNT sebagai peluang baru untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik.

Pemandangan tersebut terlihat di SNT 6 Bone Bolango pada Jumat (21/8/2026). Sejumlah murid datang menggunakan bus sekolah yang menjemput mereka dari beberapa titik kumpul di Bone Bolango dan Kota Gorontalo.

Fasilitas antar-jemput tersebut membuat orang tua merasa lebih tenang. Mereka tidak lagi harus mengantar dan menjemput anak setiap hari, sekaligus mendapatkan akses pendidikan yang dinilai mampu mendukung perkembangan akademik maupun bakat peserta didik.

Guru Bahasa Indonesia SNT 6 Bone Bolango, Firda Aulia Shalihah, mengatakan antusiasme para murid sudah terlihat sejak hari pertama sekolah. SNT 6 saat ini memiliki 80 murid yang terdiri atas 40 siswa SMP dan 40 siswa SMA.

Para murid tersebut merupakan peserta didik berprestasi yang lolos melalui serangkaian seleksi akademik dan nonakademik. Tingginya minat masyarakat juga terlihat dari jumlah peminat SNT 6 yang menjadi tertinggi kedua setelah SNT 7 Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Wamendikdasmen Dorong Murid Kejar Prestasi

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menilai kesempatan belajar di SNT harus dijawab dengan kesungguhan. Menurutnya, fasilitas yang tersedia perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung prestasi para murid.

“Dengan fasilitas yang memadai di sini, anak-anak harus belajar dengan giat untuk memberikan prestasi terbaik. Buktikan kalian adalah generasi penerus yang membanggakan bagi diri kalian, orang tua, dan bangsa,” ujar Fajar saat mengunjungi SNT 6 Bone Bolango, Gorontalo, Rabu (19/8/2026).

Kepala SNT 6 Bone Bolango, Surahmat Hasjim, menjelaskan pihak sekolah terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

Sekolah telah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama sepekan. Setelah itu, murid mengikuti pra studi yang menjadi salah satu bagian dari karakteristik kurikulum SNT.

“Dengan mengikuti ketentuan arahan dari pemerintah, kami menciptakan MPLS yang ramah untuk anak-anak dan kami berdayakan mereka berani menunjukkan bakat dan minatnya,” kata Surahmat.

Tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, SNT 6 juga berusaha memenuhi kebutuhan murid secara menyeluruh. Sekolah menyediakan fasilitas pembelajaran, makanan bergizi, hingga layanan transportasi bagi peserta didik.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak terpenuhi kebutuhan belajarnya, baik dari segi fasilitasnya, pembelajaran maupun kesejahteraannya (well being),” ujar Surahmat.

Dua bus sekolah kini melayani perjalanan murid berdasarkan titik kumpul yang telah ditentukan sesuai dengan lokasi tempat tinggal mereka. Selain itu, setiap murid direncanakan memperoleh satu laptop pada September 2026 untuk menunjang kegiatan pembelajaran.

Orang Tua Melihat Harapan Baru

Berbagai fasilitas yang tersedia turut menumbuhkan optimisme orang tua. Firda Aulia Shalihah mengatakan pihak sekolah merasakan besarnya kepercayaan wali murid sejak pertemuan awal.

“Orang tua percaya bahwa ekosistem belajar di SNT mampu mendukung tumbuh kembang anak-anak mereka,” ujar Firda.

Dukungan tersebut juga membuat Firda optimistis menjalankan tugas sebagai Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP) di SNT 6 Bone Bolango. Ia berharap dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat terus memperkuat proses pendidikan di sekolah tersebut.

Para murid pun mulai merasakan manfaat fasilitas yang tersedia. Muhammad Rheza Dama, siswa kelas VII SMP SNT 6, mengaku senang dengan suasana belajar di sekolah barunya.

“Ada bus yang mengantar jemput ke dan dari sekolah, ruang kelas dan gurunya bagus,” kata Rheza.

Pengalaman serupa dirasakan Nurfadhilah Ramadhani Djamal, siswa SMA kelas XB. Ia menilai layanan antar-jemput membantu meringankan kesibukan orang tua.

“Perasaan saya senang sekolah di sini karena fasilitas yang disediakan seperti bis jemputan yang membuat orang tua tidak repot mengantar jemput. Dengan bersekolah di sini, saya juga ingin membawa nama baik keluarga,” ujar Nurfadhilah.

Antusiasme masyarakat tidak hanya muncul dari keluarga yang anaknya sudah diterima. Surahmat menyebut sejumlah orang tua calon murid bahkan mulai mendatangi sekolah untuk mencari informasi dan mempersiapkan anak mereka menghadapi proses seleksi pada tahun berikutnya.

“Informasi yang tersampaikan di masyarakat tentang SNT sudah bagus, dan antusiasme dari masyarakat ini juga sangat besar,” jelas Surahmat.

Menurutnya, tingginya minat tersebut menjadi tanda bahwa kepercayaan masyarakat terhadap SNT 6 Bone Bolango terus tumbuh.

Tantangan Besar di Tengah Harapan Baru

Bagi Surahmat, memimpin SNT 6 bukan sekadar tugas administratif. Setelah 21 tahun mengabdi di dunia pendidikan dan tujuh tahun berpengalaman sebagai kepala sekolah, ia melihat posisi tersebut sebagai tanggung jawab besar sekaligus kesempatan untuk memberikan teladan.

“Ini adalah tantangan baru dan besar, tapi juga sebuah harapan baru bagi saya agar saya juga dapat membuktikan diri ke negeri ini dengan tanggung jawab yang lebih besar,” katanya.

Surahmat berharap SNT 6 Bone Bolango mampu menjadi bagian dari perubahan pendidikan di daerah. Ia menilai konsep SNT memiliki arah yang baik selama seluruh pihak menjalankannya secara maksimal. “SNT ini bagus arahnya sepanjang implementasinya diupayakan secara maksimal,” ujarnya.

Seiring bertambahnya kepercayaan masyarakat, SNT 6 Bone Bolango kini tidak hanya menjadi tempat peserta didik mengikuti pembelajaran. Sekolah tersebut diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan fasilitas pendidikan, pengembangan talenta, dukungan keluarga, serta keberanian anak-anak untuk mengejar cita-cita yang lebih tinggi.

(Sumber: Kemendikdasmen)