Penumpang Bandara Husein Baru 1.000 Per Hari, Wali Kota Bandung Bidik Mahasiswa Luar Daerah

1787836156390

Target awal 3.000 penumpang per hari masih jauh dari capaian. Pemkot Bandung menyiapkan strategi promosi perguruan tinggi untuk menarik calon mahasiswa dari luar kota. (Foto: ist)

Editor: Yogi Ardhi

GEBRAK.ID,BANDUNG – Sejumlah penerbangan komersial telah kembali melayani rute dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara. Namun, volume penumpang yang terpantau masih berada di bawah proyeksi awal Pemerintah Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melakukan peninjauan langsung ke Bandara Husein Sastranegara, Kamis (27/8/2026), guna memantau lalu lintas penumpang. Berdasarkan data sementara, rata-rata penumpang harian tercatat baru mencapai angka 1.000 orang. Jumlah ini masih cukup jauh dari target awal yang dipatok sebesar 3.000 penumpang per hari.

“Sejauh ini, karena memang jumlah penerbangan masih belum banyak, semuanya baik-baik saja. Everybody happy, kurang lebih ini sehari paling baru seribu penumpang dari target awal kami tiga ribu penumpang,” ujar Farhan di lokasi peninjauan. Meski jumlah masih minim, tingkat keterisian kursi atau load factor penerbangan tercatat sangat tinggi, yaitu di atas 90 persen .Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap layanan penerbangan dari Bandung cukup besar, namun terbatasnya frekuensi penerbangan menjadi salah satu faktor utama rendahnya jumlah penumpang harian.

Strategi Menarik Mahasiswa

Menyikapi kondisi tersebut, Pemkot Bandung menyiapkan strategi jitu untuk menggenjot jumlah penumpang. Alih-alih hanya mengandalkan sektor pariwisata, Farhan menyoroti potensi besar dari sektor pendidikan. Kota Bandung yang dikenal sebagai salah satu kota pendidikan dengan puluhan perguruan tinggi ternama dinilai memiliki daya tarik kuat bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Untuk itu, mulai semester pertama tahun 2027, Pemkot akan gencar melakukan promosi perguruan tinggi di Bandung ke kota-kota lain yang memiliki konektivitas penerbangan langsung dengan Bandara Husein. “Destinasi penerbangan ini dari kota-kota tersebut akan mendorong agar para calon mahasiswa, putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia, lebih mudah aksesnya untuk bisa berkuliah di Kota Bandung,” jelas Farhan.

Dengan adanya kemudahan akses transportasi udara, diharapkan minat mahasiswa luar daerah untuk menempuh pendidikan di Bandung semakin meningkat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor jasa di Kota Kembang.

Tantangan Harga Tiket dan Target Jangka Panjang

Farhan mengakui bahwa harga tiket pesawat yang masih tergolong mahal menjadi salah satu tantangan. Pihaknya saat ini masih mengkaji elastisitas harga tiket terhadap permintaan penerbangan ke dan dari Bandung.

Meski demikian, kehadiran Bandara Husein yang kembali melayani pesawat jet seperti Boeing 737 dan Airbus A320 dinilai sangat strategis. Pemkot Bandung menargetkan pada tahun pertama operasional kembali, Bandara Husein dapat melayani setidaknya 1 juta penumpang. Angka ini diharapkan terus meningkat seiring dengan penambahan frekuensi penerbangan dan promosi yang masif. Ke depan, target jangka panjang adalah mengembalikan kejayaan Bandara Husein yang pada masa puncaknya pernah melayani hingga 12.000 penumpang per hari.

(berbagai sumber)