Flores Back Arc Thrust Pemicu Gempa M7 di NTT: Mengenal Sesar Aktif yang Menyimpan Potensi Gempa hingga M7,8

1786770260607


BMKG: Data observasi muka laut gempa NTT 15 Agustus 2026. Sesar Naik Flores Menjadi Salah Satu Sumber Gempa Besar di Indonesia Timur. (Foto: tangkapan layar)

Editor: Dinar Kencana


GEBRAK. ID, JAKARTA– Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026), dipicu oleh aktivitas Flores Back Arc Thrust atau Sesar Naik Flores, salah satu zona patahan aktif yang berada di utara Pulau Flores.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut zona sesar tersebut memiliki potensi menghasilkan gempa besar hingga magnitudo 7,8. Aktivitas tektonik di kawasan ini juga pernah memicu sejumlah gempa kuat dan tsunami yang berdampak luas di Indonesia timur.


Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa kali ini terjadi akibat pergerakan pada zona sesar naik busur belakang Flores (back arc thrust), yang terbentuk karena kompleksitas pertemuan lempeng tektonik di kawasan Nusa Tenggara.
“Gempa ini adalah aktivitas akibat sesar naik busur belakang atau biasa kita sebut back arc thrust Flores. Potensinya mencapai magnitudo 7,8,” ujar Wijayanto dalam konferensi pers, Sabtu (15/8/2026).


Apa Itu Flores Back Arc Thrust?


Flores Back Arc Thrust merupakan patahan naik (thrust fault) yang memanjang dari wilayah Laut Flores hingga ke utara Pulau Bali dan Lombok. Struktur geologi ini terbentuk akibat dorongan kerak bumi yang dipicu oleh tumbukan dan penunjaman (subduksi) Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.


Berbeda dengan zona megathrust yang berada di selatan Indonesia, Flores Back Arc Thrust terletak di bagian utara rantai kepulauan Nusa Tenggara. Karena mekanisme sesarnya berupa patahan naik, gempa yang terjadi berpotensi mengangkat dasar laut dan memicu tsunami.


Peneliti geologi dan sejumlah kajian Pusat Survei Geologi Kementerian ESDM menyebutkan bahwa sistem sesar ini merupakan salah satu sumber bahaya gempa utama di wilayah Indonesia timur karena aktivitasnya yang masih sangat tinggi.


Pernah Memicu Tsunami Mematikan


Flores Back Arc Thrust bukan sumber gempa baru. Pada 12 Desember 1992, gempa besar magnitudo 7,8 yang terjadi di sekitar Flores memicu tsunami setinggi beberapa meter dan menelan lebih dari 2.000 korban jiwa.


Peristiwa tersebut menjadi salah satu bencana gempa dan tsunami paling mematikan dalam sejarah Indonesia modern. Selain itu, gempa besar juga beberapa kali terjadi di wilayah Lombok dan Laut Flores dalam dua dekade terakhir yang berkaitan dengan aktivitas sistem sesar yang sama.


Mengapa NTT Rawan Gempa?


Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng besar dunia, yakni Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Kawasan Nusa Tenggara menjadi salah satu wilayah dengan tingkat aktivitas tektonik tertinggi karena adanya kombinasi zona subduksi, sesar aktif daratan, serta sesar busur belakang.


BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, mengikuti informasi resmi pemerintah, serta menjauhi kawasan pantai apabila terdapat peringatan dini tsunami. Warga juga diminta mewaspadai gempa susulan yang masih mungkin terjadi setelah gempa utama.


Para ahli menilai pemahaman masyarakat mengenai sumber gempa seperti Flores Back Arc Thrust penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama di wilayah yang berada dekat dengan jalur sesar aktif.

( berbagai sumber)