Kemenkeu Resmi Ambil Alih 60% Saham Whoosh, Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Rampung September

1000292693

 

Kemenkeu ambil alih 60% saham Whoosh dari Danantara. Restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditargetkan rampung September 2026 tanpa membebani APBN. ( Foto: Wikipedia) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh. Langkah ini merupakan bagian dari upaya restrukturisasi utang proyek strategis nasional tersebut. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, proses pengalihan kepemilikan saham dari Danantara kepada Kemenkeu ditargetkan rampung pada pertengahan September 2026 . Dengan skema baru ini, KCIC tidak lagi berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (KAI), melainkan langsung di bawah koordinasi Kemenkeu. 

“Jadi, pembahasan yang pertama adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Ini kan diserahkan dari Danantara kasih ke Kementerian Keuangan. Prosesnya kita percepat, mungkin pertengahan September ya sudah akan clear,” ujar Purbaya usai bertemu COO Danantara Dony Oskaria di kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (5/8/2026). 

Tak Bebani APBN, Dikelola SMV

Purbaya memastikan pengambilalihan utang dan kepemilikan saham KCIC tidak akan membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) . Pengelolaan KCIC akan dilakukan melalui Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu, seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). 

“Dialihkan ke Kemenkeu, dikelola oleh saya semuanya KCIC itu. Tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan SMV fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMI, ada ini dan lain-lain. Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN,” tegas Purbaya. 

Ia menjelaskan, dana untuk pembayaran utang kereta cepat nantinya bisa bersumber dari keuntungan SMV yang ditunjuk. “SMV kan punya untung juga kan, sebagian dialihkan ke situ keuntungan, kira-kira begitu gambaran kasarnya,” jelasnya. 

Mitra China Tetap Bertahan

Struktur kepemilikan saham KCIC tidak berubah. Porsi 60% yang sebelumnya dipegang konsorsium BUMN Indonesia melalui PSBI akan dialihkan ke Kemenkeu. Sementara 40% saham lainnya tetap dikuasai konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd. 

Purbaya mengungkapkan, mitra China masih memiliki komitmen untuk melanjutkan proyek ini. Bahkan, pemerintah membuka peluang perluasan rute kereta cepat hingga ke Jawa Timur. 

“60% (saham) kasih ke kita, 40% ada yang lain, masih ada China di situ kan. Kita tanya ke China juga sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini dan mungkin kalau disuruh kita akan perpanjang ke Jawa Timur sana,” beber Purbaya. 

Latar Belakang Restrukturisasi

Langkah pengambilalihan ini dilakukan menyusul kinerja operasional Whoosh yang masih di bawah proyeksi awal, dengan kerugian bersih PT PSBI yang terus melebar . Berdasarkan laporan keuangan interim semester I 2026, PT PSBI mencatatkan kerugian bersih Rp5,13 triliun. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui restrukturisasi KCIC yang mencakup restrukturisasi utang, korporasi, dan pengelolaan aset . Rencana pembentukan Komite Kereta Cepat Nasional yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono juga tengah difinalisasi melalui Peraturan Presiden. 

( berbagai sumber) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *