Ketum PDIP Megawati Punya Harapan Besar pada Bamusi untuk Jadi Perekat Umat

Megawati berharap Bamusi menjadi perekat umat dan memperkuat dakwah politik inklusif berlandaskan Islam rahmatan lil-alamin.

Ketum DPP Bamusi Nasyirul Falah Amru alias Gus Falah (kedua kiri) bersama Ketum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (pertama kiri) dalam pelantikan jajaran pengurus baru DPP Bamusi periode 2026-2030, di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Ketum DPP Bamusi Nasyirul Falah Amru alias Gus Falah (kedua kiri) bersama Ketum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (pertama kiri) dalam pelantikan jajaran pengurus baru DPP Bamusi periode 2026-2030, di Jakarta, Selasa (11/8/2026). (Foto: DPP Bamusi)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA — Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menitipkan harapan besar kepada Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi). Organisasi sayap PDIP itu diharapkan mampu menjadi jembatan yang merekatkan umat Islam, baik di lingkungan partai maupun dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Harapan tersebut disampaikan Megawati saat melantik jajaran pengurus baru DPP Bamusi periode 2026-2030 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Megawati meminta kepengurusan Bamusi yang kini dipimpin Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah bekerja secara profesional. Ia menilai profesionalisme menjadi salah satu kunci agar organisasi mampu menjalankan peran secara efektif.

“Jadi, bekerjalah secara profesional,” ujar Megawati, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Megawati juga mendorong Bamusi memperkuat dakwah politik dengan menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang inklusif. Pendekatan tersebut, menurutnya, perlu berlandaskan paradigma Islam rahmatan lil-alamin.

Megawati berharap Bamusi tidak hanya menjalankan fungsi sebagai organisasi sayap partai, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai organisasi masyarakat yang memperkuat persatuan umat.

Bagi Megawati, peran tersebut penting karena Bamusi berada pada persimpangan antara kehidupan politik dan keagamaan. Karena itu, organisasi perlu membangun komunikasi yang terbuka serta menghadirkan pesan keislaman yang dapat diterima berbagai kelompok masyarakat.

Gus Falah memastikan kepengurusan baru Bamusi siap menjalankan arahan Megawati. Ia optimistis struktur organisasi periode 2026-2030 memiliki kapasitas untuk menerjemahkan berbagai arahan tersebut ke dalam program kerja.

Dalam kepengurusan terbaru, Gus Falah mendapat dukungan tiga wakil ketua umum. Mereka adalah Abidin Fikri sebagai Waketum Bidang Internal, Indah Nataprawira sebagai Waketum Bidang Eksternal, dan Hasan Basri Sagala sebagai Waketum Bidang Program.

Selain itu, sebanyak 22 orang mengisi posisi ketua bidang dalam struktur DPP Bamusi.

“Jadi, dengan susunan pengurus yang baru ini, saya yakin bisa melaksanakan arahan Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri,” kata Gus Falah.

Ia menilai para wakil ketua umum yang mendampinginya memiliki pengalaman bekerja di lapangan. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menggerakkan organisasi dan menjalankan berbagai program Bamusi.

Struktur kepengurusan baru juga memperkuat jajaran Dewan Penasihat. Akademisi Ahmad Basarah kini memimpin Dewan Penasihat DPP Bamusi setelah sebelumnya menjabat sebagai sekretaris. Posisi sekretaris kemudian diisi Abdullah Azwar Anas, mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).

Pelantikan pengurus DPP Bamusi periode 2026-2030 berlangsung bersamaan dengan pelantikan pengurus DPP Taruna Merah Putih (TMP) dan pengurus Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat.

Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani bersama jajaran pengurus partai turut hadir dalam agenda tersebut.

Bamusi berdiri pada 29 Maret 2007. Selama 16 tahun sejak berdiri, organisasi tersebut dipimpin Profesor Hamka Hak, mantan anggota Dewan Penasihat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Ulama asal Sulawesi Selatan itu memimpin Bamusi hingga wafat pada 6 Desember 2023. Selama masa kepemimpinannya, posisi sekretaris jenderal berganti secara bertahap, mulai dari Zainun Ahmadi (2007-2010), Nurmansyah Tanjung (2011-2015), Gus Falah (2016-2023), hingga Irvansyah Ahmad (2023-2025).

Dengan kepengurusan baru tersebut, Bamusi memasuki periode baru dengan mandat untuk memperkuat peran keagamaan, dakwah politik, sekaligus membangun hubungan yang lebih luas di tengah masyarakat.

(Sumber: Bamusi PDIP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *