Monica Subastia Pimpin Nasyiatul Aisyiyah, Ada Misi Besar hingga ke Akar Rumput

Monica Subastia resmi dipercaya memimpin Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026-2030 setelah ditetapkan melalui Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah, 6-8 Agustus 2026. (Foto: muhammdiyah.or.id)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Monica Subastia resmi dipercaya memimpin Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026-2030 setelah ditetapkan melalui Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah, 6-8 Agustus 2026.

Penetapan Monica menjadi bagian dari keputusan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah sekaligus menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru organisasi perempuan muda Muhammadiyah tersebut.

Rangkaian Muktamar kemudian ditutup oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Salmah Orbayinah. Dalam amanat penutupan, Salmah menyampaikan sejumlah pesan kepada para kader, terutama mengenai tanggung jawab, pengkaderan, serta keberhasilan arah gerakan Nasyiatul Aisyiyah ke depan.

“Tentunya ini memerlukan kedisiplinan dan ikhtiar yang luar biasa,” kata Salmah.

Salmah juga mengingatkan para kader agar tidak hanya menjadi pengikut perubahan yang terjadi di tengah masyarakat. Nasyiatul Aisyiyah justru didorong mengambil peran sebagai pencipta perubahan.

“Maka kita harus senantiasa aktif bukan hanya mengikuti perubahan atau sekadar beradaptasi dari perubahan. Namun, buatlah juga perubahan,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa gerakan Nasyiatul Aisyiyah di bawah kepemimpinan baru diharapkan mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan aksi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Monica Bawa Semangat Menyalakan Obor Peradaban


Dalam sambutan perdananya sebagai Ketua Umum PPNA periode 2026-2030, Monica Subastia menegaskan bahwa kepemimpinan yang diembannya bukanlah ruang untuk melakukan selebrasi.

Menurut Monica, amanah tersebut merupakan tanggung jawab bersama sekaligus tanggung jawab moral dan keumatan yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

“BerNasyiah adalah berMuhammadiyah. BerMuhammadiyah adalah berislam. Dan berIslam yang sebenar-benarnya adalah memastikan kebaikan tidak berhenti pada diri kita,” ujar Monica.

Pernyataan tersebut menggambarkan arah gerakan yang ingin dibangun Monica bersama jajaran PPNA. Kebaikan yang lahir dari gerakan organisasi tidak boleh berhenti pada lingkungan internal kader, tetapi harus memberikan dampak kepada masyarakat secara lebih luas.

Monica pun menyerukan gerakan bersama yang mampu merangkul masyarakat hingga ke tingkat akar rumput. “Sebab tugas Nasyiah bukan hanya menyalakan obor, tapi kita harus memastikan cahaya itu sampai kepada semua umat di semesta ini,” pungkasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi semangat awal kepemimpinan Monica untuk periode empat tahun mendatang. Nasyiatul Aisyiyah diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi mampu menerjemahkan nilai dakwah, pemberdayaan, dan pengkaderan dalam gerakan nyata.

Arah Baru Nasyiatul Aisyiyah

Berakhirnya Muktamar ke-15 menjadi momentum penting bagi Nasyiatul Aisyiyah untuk melakukan konsolidasi sekaligus memperkuat arah gerakan di bawah kepemimpinan baru.

Periode 2026-2030 diharapkan menjadi fase penguatan misi dakwah, pengkaderan, pemberdayaan perempuan muda, serta peningkatan kontribusi organisasi di tengah masyarakat.

Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah sendiri mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”.

Tema tersebut menjadi pijakan dalam merumuskan langkah strategis organisasi untuk menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Dengan kepemimpinan Monica Subastia, semangat tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan yang dirumuskan dalam forum Muktamar. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkannya menjadi program dan gerakan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Estafet kepemimpinan baru ini sekaligus membawa harapan agar kader perempuan muda Muhammadiyah semakin berani mengambil peran di berbagai bidang dan menjadi bagian dari perubahan sosial yang berkelanjutan.

Bagi Monica, tugas Nasyiatul Aisyiyah bukan hanya menjaga obor gerakan tetap menyala, tetapi memastikan cahaya tersebut menjangkau lebih banyak orang.

(Sumber: Muhammadiyah)