Mourinho dan Real Madrid Punya Misi Besar, Saatnya Akhiri Penantian Trofi

mourinho-perez-madrid

Jose Mourinho resmi kembali menjadi pelatih Real Madrid. Klub raksasa Spanyol itu memperkenalkan sang pelatih asal Portugal tersebut melalui seremoni sederhana dan tertutup di pusat latihan Ciudad Real Madrid, Selasa (18/8/2026). (Foto ilustrasi: Gebrak.id/AI)

Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA — Jose Mourinho resmi kembali menjadi pelatih Real Madrid. Klub raksasa Spanyol itu memperkenalkan sang pelatih asal Portugal tersebut melalui seremoni sederhana dan tertutup di pusat latihan Ciudad Real Madrid, Selasa (18/8/2026).

Mourinho sebenarnya sudah mulai bekerja bersama skuad Real Madrid sejak pramusim dimulai pada 10 Juli 2026 lalu. Namun, klub baru meresmikan penunjukan tersebut melalui penandatanganan kontrak yang akan mengikatnya hingga Juni 2029.

Dalam prosesi tersebut, Mourinho menandatangani kontrak di ruang rapat Ciudad Real Madrid dengan disaksikan Presiden Real Madrid Florentino Perez dan Presiden Kehormatan Jose Martinez Pirri.

Tidak ada panggung besar atau kemeriahan seperti yang biasanya mengiringi agenda penting Real Madrid. Klub justru memilih prosesi tertutup untuk menandai kembalinya Mourinho ke Santiago Bernabeu.

Pilihan tersebut terasa kontras dengan besarnya cerita di balik kepulangan pelatih yang pernah membawa Real Madrid meraih sejumlah trofi tersebut.

Real Madrid memasuki musim baru setelah dua musim berturut-turut gagal memenangkan trofi. Kondisi itu meningkatkan tekanan kepada Perez dan jajaran klub untuk segera mengembalikan Los Blancos ke jalur kesuksesan.

Mourinho pun melihat kepulangannya bukan sekadar pekerjaan baru. Ia menganggap kesempatan kembali ke Madrid sebagai momen emosional yang jauh lebih kuat dibandingkan kedatangannya pertama kali.

“Ini seperti pulang ke rumah. Secara emosional, ini bahkan lebih baik daripada pertama kali karena saat itu rasanya seperti mencapai puncak dunia, sedangkan sekarang terasa lebih emosional dan menyentuh hati,” ujar Mourinho kepada televisi resmi Real Madrid.

Mourinho juga menegaskan bahwa dirinya memiliki ikatan kuat dengan klub yang pernah ia tangani pada periode 2010 hingga 2013.

“Saya adalah bagian dari kalian; saya selalu begitu, dan kalian bisa membayangkan apa artinya bagi saya untuk bekerja di Real Madrid,” katanya.

Pada periode pertamanya, Mourinho berhasil membawa Real Madrid meraih gelar LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Namun, masa tersebut juga penuh konflik dan kontroversi yang membuat namanya meninggalkan jejak kuat di klub.

Kini, Mourinho kembali dengan tantangan yang tidak kalah berat.

Real Madrid telah bergerak agresif di bursa transfer untuk memperkuat skuad. Klub mendatangkan Yan Diomande, Marc Cucurella, Bernardo Silva, Ibrahima Konate, Denzel Dumfries, dan Carlos Espi.

Manajemen juga berhasil mengamankan perpanjangan kontrak jangka panjang untuk winger Vinicius Junior.

Para pemain baru tersebut rencananya akan diperkenalkan secara tertutup dalam beberapa hari mendatang. Real Madrid menggunakan format yang sama seperti ketika memperkenalkan Mourinho.

Strategi tersebut diyakini menjadi bagian dari upaya klub menjaga fokus tim menjelang pertandingan pembuka LaLiga. Real Madrid akan menghadapi Espanyol di Barcelona pada Sabtu (22/8/2026) mendatang.

Mourinho tidak ingin kepulangannya hanya menjadi kisah nostalgia. Pelatih yang pernah mendapat julukan The Special One itu menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membangun kembali standar kerja di dalam klub.

“Ini bukan soal kata-kata, karena ini seperti sebuah misi. Saya berada di sini untuk membantu semua orang menjadi lebih baik: pemain, staf, dan semuanya,” ujar Mourinho.

Mourinho ingin menciptakan budaya kerja yang mengedepankan kerja keras, tanggung jawab, ambisi, serta kebanggaan mengenakan identitas Real Madrid. “Tanggung jawab dan kehormatan bekerja untuk Real Madrid adalah sesuatu yang saya pahami dengan baik,” lanjutnya.

Kembalinya Mourinho juga menjadi kesempatan untuk menjawab sejumlah pertanyaan tentang kapasitasnya di level tertinggi. Setelah lebih dari satu dekade tanpa gelar liga dan empat tahun tanpa trofi, tekanan terhadap dirinya tentu tidak kecil.

Real Madrid membutuhkan trofi, sementara Mourinho datang dengan reputasi besar sekaligus tuntutan untuk kembali membuktikan diri.

Musim 2026/2027 pun akan menjadi ujian penting bagi keduanya. Real Madrid ingin mengakhiri paceklik gelar, sedangkan Mourinho berambisi membuktikan bahwa dirinya masih mampu membawa klub raksasa tersebut kembali ke puncak.

Kali ini, The Special One benar-benar pulang dengan misi yang belum selesai.

(Sumber: Reuters)