Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Ditutup 30 Agustus, Ini Kampus yang Masih Sepi Pendaftar
Jumlah pelamar Sekolah Kedinasan 2026 sudah mencapai 22.728 orang, tetapi sejumlah sekolah di bawah Kementerian Perhubungan masih mencatat peminat yang relatif rendah.(Foto: ist)
Editor: Devona R
GEBRAK.ID,JAKARTA – Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 masih dibuka hingga 30 Agustus 2026. Calon peserta yang berminat mengikuti seleksi masih memiliki kesempatan untuk menyelesaikan proses pendaftaran melalui sistem yang ditetapkan pemerintah.
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 telah dimulai sejak 18 Agustus 2026. Berdasarkan jadwal resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), proses pendaftaran berlangsung sampai 30 Agustus 2026, sedangkan seleksi administrasi dijadwalkan berlangsung hingga 1 September 2026.
Menariknya, meski jumlah pelamar secara keseluruhan sudah jauh melampaui jumlah formasi yang tersedia, masih terdapat sejumlah sekolah kedinasan yang mencatat jumlah peminat relatif sedikit.
22.728 Pelamar Sekolah Kedinasan 2026
Berdasarkan statistik BKN per 21 Agustus 2026 pukul 14.09 WIB, tercatat 22.728 pelamar Sekolah Kedinasan 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.061 pelamar telah melakukan submit.Pemerintah tahun ini menyediakan total 4.770 formasi yang tersebar di sembilan kementerian dan lembaga penyelenggara sekolah kedinasan. Dengan demikian, jumlah pelamar yang tercatat saat itu sudah sekitar 4,8 kali lipat dari total formasi yang tersedia.
Sekolah kedinasan dengan jumlah pelamar terbanyak adalah Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), yakni 6.349 pelamar. Selanjutnya terdapat Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia dengan 4.782 pelamar dan Politeknik Statistika STIS dengan 2.675 pelamar.
Daftar Sekolah Kedinasan yang Masih Sepi PendaftarDi tengah tingginya animo terhadap sekolah kedinasan, sejumlah kampus masih mencatat jumlah pelamar yang relatif rendah. Berdasarkan data BKN per 21 Agustus 2026, beberapa di antaranya merupakan sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan.
Berikut rinciannya:
Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi: 21 pelamar, 3 submit.
Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara: 47 pelamar, 10 submit.
Politeknik Pelayaran Surabaya: 67 pelamar, 15 submit.
Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang: 73 pelamar, 9 submit.
Politeknik Penerbangan Jayapura: 30 pelamar, 6 submit.
Politeknik Penerbangan Palembang: 139 pelamar, 27 submit.
Politeknik Penerbangan Indonesia Curug: 168 pelamar, 34 submit.
Selain itu, Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) mencatat 511 pelamar dengan 133 peserta telah submit. Sementara itu, Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) mencatat 1.114 pelamar dan 300 di antaranya telah melakukan submit.
Yang cukup mencolok adalah PKN STAN. Dalam statistik BKN per 21 Agustus 2026 pukul 14.09 WIB yang dikutip sejumlah media, jumlah pelamar dan submit PKN STAN masih tercatat 0.
4.770 Formasi Dibuka Pemerintah
Pada seleksi Sekolah Kedinasan 2026, pemerintah menyediakan 4.770 formasi.Formasi tersebut tersebar pada sembilan instansi sebagai berikut:
Instansi/Sekolah Kedinasan/Formasi
IPDN Kemendagri1.410
PKN STAN Kemenkeu1.000
Sekolah Kedinasan Kemenhub 891
Politeknik Statistika STIS 564
Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan 375
Politeknik Pengayoman Indonesia 250
STMKG BMKG 130
STIN BIN 100
Poltek SSN BSSN 50
Total4.770
Data formasi tersebut juga tercantum dalam informasi resmi BKN mengenai penerimaan Sekolah Kedinasan 2026. Pendaftaran Ditutup 30 Agustus. Bagi calon peserta yang belum menyelesaikan pendaftaran, batas akhir yang perlu diperhatikan adalah 30 Agustus 2026.
BKN menetapkan pengumuman seleksi berlangsung pada 15-24 Agustus, pendaftaran 18-30 Agustus, dan seleksi administrasi 18 Agustus-1 September 2026. Setelah tahapan administrasi, proses seleksi akan berlanjut ke masa sanggah dan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) BKN.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, pelaksanaan SKD CAT BKN dijadwalkan pada 22 September hingga 7 Oktober 2026. Selanjutnya, seleksi lanjutan berlangsung pada Oktober sebelum pengumuman kelulusan akhir oleh kementerian/lembaga penyelenggara.
Calon peserta juga perlu memperhatikan persyaratan khusus masing-masing sekolah kedinasan karena ketentuan yang berlaku dapat berbeda antara satu instansi dengan instansi lainnya.
(berbagai sumber)
