Timo Scheunemann Penasaran, Seberapa Dekat Timnas U-16 Putri Indonesia dengan Thailand

timo timnas putri

Pelatih Timnas Putri U16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann (kiri) bersama pemain Jazlyn Kayla berfoto seusai pertandingan Srikandi Merdeka Cup di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (14/8/2026) waktu setempat. (Foto: Tangkapan layar Antara)

Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, KUDUS — Pelatih Timnas U-16 putri Indonesia Timo Scheunemann menjadikan final Srikandi Merdeka Cup 2026 sebagai ujian penting mengukur perkembangan anak asuhnya. Indonesia akan berhadapan dengan Thailand pada partai puncak Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/8/2026).

Bagi Timo, pertandingan tersebut bukan sekadar kesempatan untuk mengejar gelar juara. Laga melawan Thailand menjadi tolok ukur untuk melihat seberapa jauh kualitas skuad Garuda Pertiwi setelah menjalani proses pembinaan dan seleksi dalam beberapa waktu terakhir.

“Di satu sisi kami merasa ingin melihat seberapa jauh sih kami sudah mendekati Thailand,” ujar Timo dalam konferensi pers menjelang pertandingan, Sabtu (22/8/2026).

Timo menyadari Thailand memiliki kualitas yang patut diperhitungkan. Karena itu, menghadapi tim dengan level permainan lebih tinggi menjadi kesempatan penting bagi para pemain muda Indonesia untuk mendapatkan pengalaman sekaligus menguji kematangan mereka.

Skuad Indonesia kali ini merupakan generasi baru yang disiapkan melalui proses pembentukan secara sistematis. Program tersebut melibatkan kerja sama antara Djarum Foundation Bakti Olahraga dan PSSI sebagai bagian dari upaya membangun fondasi sepak bola putri nasional.

“Kami generasi baru, mereka hasil pemilihan yang sistematis, hasil kerja sama yang apik antara Djarum Foundation Bakti Olahraga dan PSSI,” jelas Timo.

Target Timo sejak awal mengikuti Srikandi Merdeka Cup juga cukup jelas. Ia ingin para pemain mendapatkan sebanyak mungkin pertandingan agar terbiasa menghadapi situasi kompetitif.

Keinginannya untuk memperoleh lima pertandingan akhirnya terwujud. Pertandingan kelima yang dimaksud bahkan menjadi laga final, sesuai dengan harapan yang ia sampaikan sejak awal turnamen. “Gol saya pribadi main lima kali. Syukur-syukur pertandingan kelima itu final,” kata Timo.

Perjalanan Indonesia menuju partai puncak juga menunjukkan performa yang impresif. Garuda Pertiwi belum terkalahkan dalam empat pertandingan yang telah dimainkan.

Tidak hanya konsisten meraih hasil positif, Indonesia juga tampil produktif dengan mengemas 14 gol. Pertahanan mereka pun masih solid karena belum sekali pun kebobolan sepanjang turnamen.

Namun, Thailand datang dengan catatan yang tidak kalah meyakinkan. Dalam empat pertandingan, tim Negeri Gajah Putih juga belum merasakan kekalahan.

Thailand bahkan mencetak 15 gol dan hanya satu kali kebobolan. Statistik tersebut memperlihatkan bahwa final Srikandi Merdeka Cup 2026 akan menjadi pertemuan dua tim dengan performa impresif.

Karena itu, Timo tidak ingin anak asuhnya hanya berorientasi pada hasil akhir. Ia lebih menaruh perhatian pada bagaimana pemain mampu menerapkan hasil latihan, menghadapi tekanan, serta menunjukkan perkembangan ketika berhadapan dengan lawan yang memiliki kualitas lebih kuat.

Pertandingan final di Kudus pun menjadi kesempatan bagi generasi baru Timnas U-16 putri Indonesia untuk mengukur kemampuan mereka secara langsung. Jika mampu tampil maksimal, laga tersebut bisa menjadi pengalaman penting dalam perjalanan pembinaan Garuda Pertiwi menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

(Sumber: PBSI)