UI Buka Rekrutmen PTT 2026: 200 Kuota untuk Fungsional Pelaksana, Kesehatan, dan Laboran
Universitas Indonesia (UI) membuka 200 kuota PTT Tenaga Kependidikan 2026 untuk formasi pelaksana, tenaga kesehatan, dan laboran. (Foto: UI)
Editor: Devona R
GEBRAK.ID, JAKARTA — Universitas Indonesia (UI) membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) Tenaga Kependidikan Tahun 2026. Rekrutmen tersebut menyediakan total 200 kuota yang terbagi dalam tiga jenis formasi.
Kesempatan ini dapat menjadi pilihan bagi pelamar yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan tenaga kependidikan di lingkungan UI.
Tiga formasi yang tersedia meliputi Fungsional Pelaksana, Tenaga Kesehatan, dan Laboran. Masing-masing formasi memiliki kebutuhan serta persyaratan yang perlu diperhatikan calon pelamar sebelum melakukan pendaftaran.
Pendaftaran PTT Tenaga Kependidikan UI 2026 berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 hingga 26 Agustus 2026.
Calon pelamar dapat memperoleh informasi mengenai persyaratan, formasi, tahapan seleksi, serta ketentuan lainnya melalui portal resmi rekrutmen UI.
Informasi dan pendaftaran tersedia melalui situs karier Universitas Indonesia di https://karier.ui.ac.id/.
Pelamar sebaiknya membaca seluruh ketentuan sebelum mengirimkan lamaran. Dokumen dan persyaratan yang diminta perlu disiapkan sesuai petunjuk pada portal resmi agar proses administrasi berjalan lancar.
Kesempatan tersebut sekaligus membuka ruang bagi tenaga profesional untuk berkontribusi dalam mendukung layanan pendidikan, penelitian, dan berbagai aktivitas akademik di salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia.
Bagi masyarakat yang memenuhi kualifikasi, periode pendaftaran pada 20–26 Agustus 2026 menjadi waktu penting untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Setelah masa pendaftaran berakhir, proses seleksi akan mengikuti tahapan dan ketentuan yang ditetapkan Universitas Indonesia.
Informasi mengenai lowongan, persyaratan setiap formasi, dan mekanisme pendaftaran sebaiknya merujuk langsung pada portal resmi UI untuk menghindari informasi yang tidak sesuai.
(Sumber: Humas UI)
