BMKG: Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Menjauhi RI, 5 Bandara Kembali Beroperasi

1788827903851

Prakiraan terbaru menunjukkan sebaran abu bergerak ke Samudera Hindia, menjauhi wilayah Indonesia. Namun, BMKG mengingatkan potensi gangguan penerbangan dan kualitas udara masih ada. (Foto: BMKG)

GEBRAK.ID,JAKARTA–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan perkembangan terkini terkait sebaran abu vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Berdasarkan pemantauan terkini, abu vulkanik diprakirakan mulai bergerak menjauhi wilayah Indonesia per hari ini, Selasa (8/9), pukul 04.00 WIB.

Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa masih terdapat sebaran abu vulkanik yang dapat menurunkan kualitas udara dan jarak pandang. Pada ketinggian tertentu, abu ini berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.

Arah Sebaran dan Ketinggian Abu

Berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9, teridentifikasi sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau dari permukaan hingga ketinggian 6.000 kaki (sekitar 1,8 km). Abu vulkanik tersebut terpantau bergerak ke arah Selatan-Barat Daya, mencakup wilayah perairan Samudera Hindia di Barat Laut Banten.

Kondisi ini menunjukkan material vulkanik mulai menjauhi daratan dan pusat aktivitas penerbangan utama di Indonesia. Sebelumnya, abu vulkanik terdeteksi menyebar dalam dua klaster utama. Klaster pertama pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut dan sempat menyelimuti sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Klaster kedua pada ketinggian lebih tinggi, hingga 50.000 kaki, bergerak ke arah barat daya dan barat laut menjangkau Lampung, Bengkulu, hingga Samudera Hindia.

5 Bandara Resmi Dibuka Kembali

Seiring dengan membaiknya kondisi sebaran abu vulkanik yang mulai menjauhi wilayah Indonesia, pemerintah memutuskan untuk membuka kembali operasional sejumlah bandara yang sebelumnya ditutup sementara. Hal ini dilakukan setelah hasil uji deteksi abu (paper test) di sejumlah bandara menunjukkan hasil negatif.

Total sudah ada lima bandara yang dinyatakan resmi beroperasi kembali per hari ini, Selasa (8/9) :

1. Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang: dibuka Selasa (8/9) pukul 00.01 WIB.

2. Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Jakarta: dibuka Selasa (8/9) pukul 00.01 WIB.

3. Bandara Husein Sastranegara (BDO), Bandung: dibuka Selasa (8/9) pukul 00.01 WIB.

4. Bandara Budiarto, Curug, Banten: dibuka Selasa (8/9) pukul 02.25 WIB.

5. Bandara Pondok Cabe, Banten: dibuka Selasa (8/9) pukul 02.25 WIB.

Pembukaan ini menjadi kabar baik bagi ribuan penumpang yang terdampak.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mencatat lebih dari 270 ribu penumpang dan sekitar 2.300 penerbangan terdampak akibat penutupan bandara dan pembatalan penerbangan sejak Jumat (4/9) lalu.

Imbauan untuk Masyarakat

Meskipun sebaran abu mulai menjauh, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak untuk tetap waspada. Masyarakat diminta untuk terus memastikan informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan instansi terkait. Selain itu, kondisi udara dan jarak pandang di sekitar lokasi tetap perlu diperhatikan.

Status Gunung Anak Krakatau

Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III atau Siaga. Meskipun episode erupsi menerus selama 25 jam telah berakhir pada 6 September lalu, PVMBG menyatakan probabilitas terjadinya letusan susulan masih tinggi. Ancaman bahaya yang perlu diwaspadai berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan potensi aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.

PVMBG menghimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

(Devona R/ berbagai sumber)