Dedikasi Maarten Paes di Ajax Dipuji Jordi Cruyff meski Jadi Cadangan Ter Stegen
Maarten Paes harus menerima persaingan lebih berat di Ajax Amsterdam setelah kedatangan kiper senior Marc-André ter Stegen. Meski kini berstatus pelapis, kiper Timnas Indonesia itu tetap mendapat apresiasi dari Direktur Teknik Ajax, Jordi Cruyff. (Foto: Ajax Amsterdam)
GEBRAK.ID — Maarten Paes harus menerima persaingan lebih berat di Ajax Amsterdam setelah kedatangan kiper senior Marc-André ter Stegen. Meski kini berstatus pelapis, penjaga gawang Timnas Indonesia itu tetap mendapat apresiasi dari Direktur Teknik Ajax, Jordi Cruyff.
Paes sebelumnya menjadi pilihan utama Ajax setelah klub asal Belanda tersebut merekrutnya dari FC Dallas. Namun, situasi berubah pada musim 2026/2027 setelah Ajax mendatangkan Ter Stegen dari Barcelona.
Jordi Cruyff menilai perubahan posisi tersebut tidak mengurangi kontribusi Paes untuk tim. Menurutnya, kiper berusia 28 tahun itu tetap menunjukkan profesionalisme dan mampu menjalankan tanggung jawab ketika mendapat kesempatan bermain.
“Saya berpikir penting mengatakan ini. Maarten Paes, kami terkadang membicarakan perannya, tapi kami juga tahu bahwa beberapa pemain di sini membantu klub untuk maju. Dia, Paes, melakukannya di playoff Conference League. Dia melakukan tanggung jawabnya,” kata Cruyff dikutip dari Voetbal Primeur, Senin (7/9/2026).
Catatan penampilan musim ini menunjukkan Paes masih mendapat kepercayaan dalam beberapa pertandingan. Ia sudah tampil empat kali dari total 10 laga Ajax di seluruh kompetisi.
Seluruh penampilan Paes tersebut terjadi pada babak playoff Conference League 2026/2027. Sementara itu, Ter Stegen sudah enam kali memperkuat Ajax dan menjadi starter dalam empat pertandingan pertama Eredivisie Belanda musim ini.
Persaingan tersebut tentu tidak mudah bagi Paes. Ter Stegen datang dengan pengalaman panjang di level tertinggi Eropa setelah bertahun-tahun menjadi bagian penting Barcelona.
Meski begitu, Jordi Cruyff justru menyoroti sikap Paes dalam menghadapi kedatangan pemain baru. Ia menilai mantan kiper FC Dallas tersebut menunjukkan karakter yang patut dihargai, meski posisinya di tim utama mulai tergeser.
“Dia mengawali perjalanan bersama Ajax dengan tidak mudah. Tapi dengan caranya menyambut pemain baru, tidak ada yang mengetahui itu, tapi dia melakukannya. Dia adalah pemain kooperatif dan saya sangat menghormatinya,” ujar Cruyff.
Pujian tersebut menunjukkan bahwa kontribusi seorang pemain tidak selalu diukur dari jumlah menit bermain. Bagi Ajax, Paes tetap memiliki peran dalam menjaga persaingan internal sekaligus membantu tim ketika mendapat kesempatan turun ke lapangan.
Bagi Paes, situasi ini juga menjadi tantangan untuk mempertahankan performa. Kehadiran Ter Stegen membuat persaingan posisi penjaga gawang Ajax semakin ketat, sehingga setiap kesempatan bermain menjadi momentum penting untuk membuktikan kualitasnya.
(A. Rayyan K/Sumber: Ajax Amsterdam)
