Gunung Anak Krakatau Erupsi, Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, SAR Kerahkan Drone Termal

1788913460185

Operasi Pencarian Hari Kedini Dimulai Pukul 07.00 WIB, Abu Vulkanik Hambat Penerbangan Helikopter. (Foto: tangkapan layar ig Antaranews)

GEBRAK. ID, BANTEN— Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten menyiapkan dua unit pesawat nirawak termal atau drone thermal untuk membantu pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Kelima jurnalis tersebut merupakan M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang berstatus jurnalis lepas (freelance).

Mereka berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat pada pukul 14.42 WIB, ketika salah satu jurnalis mengirimkan titik koordinat lokasi kepada rekannya di Lampung bernama Abay. Namun sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan kapal tersebut mendadak terputus dan hingga kini belum ada kabar.

Drone Termal Jadi Andalan di Tengah Ancaman Abu Vulkanik

Koordinator Operasi SAR, Rizky Dwianto, mengatakan pencarian akan dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026) pukul 07.00 WIB setelah sempat dihentikan sementara pada Selasa malam akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung. “Sea condition cukup kurang bersahabat, kemudian visibility juga terbatas. Jadi kita docking untuk efektivitas dan keselamatan,” ujar Rizky menjelaskan alasan kapal KN SAR Tetuka bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, pada Selasa sekitar pukul 22.00 WIB.

Rizky menambahkan bahwa pencarian melalui udara menggunakan helikopter atau pesawat belum memungkinkan dilakukan karena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menyebar di kawasan tersebut. Sebagai alternatif, dua drone termal yang berada di kapal KN SAR Tetuka akan diterbangkan untuk menyisir area di sekitar Gunung Anak Krakatau. “Paling nanti kita di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi drone.

Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal,” kata dia. Tiga Awak Kapal Turut Hilang, Total 8 Orang dalam PencarianBerdasarkan data posko operasi pencarian, total delapan orang berada dalam kapal cepat yang hilang kontak tersebut.

Selain lima jurnalis, tiga lainnya adalah kru kapal yaitu Warta (55 tahun) sebagai kapten kapal, Surakman (60 tahun) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49 tahun) sebagai pemandu atau guide.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan bahwa tim gabungan telah melakukan penyisiran di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang pada hari pertama pencarian, namun hasilnya masih nihil. Tim juga masih menelusuri kemungkinan rombongan bersandar di pulau-pulau kecil atau dermaga yang tidak terpantau.

“Kita juga berkoordinasi dengan pihak terkait, kemungkinan kapal tersebut sandar di pulau-pulau kecil atau dermaga-dermaga yang tidak terpantau,” ujar Rizky Dwianto.

Armada dan Personel Gabungan Dikerahkan

Operasi pencarian melibatkan sejumlah armada laut dari berbagai instansi, di antaranya kapal KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten dari Basarnas Banten, RIB Lampung dari Basarnas Lampung, serta KAL Anyer dari Lanal Banten. Satu unit ambulans dari FBN Banten juga disiagakan. Selain itu, potensi SAR yang dikerahkan melibatkan unsur gabungan dari 16 instansi dan elemen masyarakat, termasuk Tim Rescue USS Pandeglang, Polairud Polda Banten, TNI AL, Polsek Carita, Balawista, serta nelayan dan masyarakat setempat.

AJI Serukan Keselamatan Jurnalis

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Irsyan Hasyim, meminta agar kantor media memastikan keselamatan setiap jurnalis yang bertugas meliput bencana. Menurutnya, kantor media seharusnya menyediakan peralatan dan alat pelindung diri yang diperlukan, seperti masker, jaket pelampung, dan kebutuhan lainnya. “Intinya kami menyerukan keselamatan jurnalis adalah prioritas utama karena tidak ada berita seharga nyawa,” tegas Irsyan.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap kelima jurnalis dan tiga awak kapal masih berlangsung. Tim SAR berencana memperluas area pencarian dengan menyisir rute dari Carita hingga Gunung Anak Krakatau.

( Damar Pratama/ berbagai sumber)