Mahasiswa Teknik Elektronika Raih Juara 1 Bug Hunter Komdigi 2026

Juara 1 Bug Hunter Komdigi 2026 - Musa

Musa Hamonangan Lubis (kanan) berhasil meraih Juara 1 KOMDIGI Bug Hunter 2026 setelah mempertahankan posisinya di puncak leaderboard hingga kompetisi berakhir pada 7 Juli 2026. (Foto: Akun Musa Hamonangan Lubis/LinkedIn/Komdigi)

GEBRAK.ID, JAKARTA — Latar belakang pendidikan di bidang teknik elektronika tidak menghalangi Musa Hamonangan Lubis untuk berprestasi di bidang keamanan siber. Mahasiswa Diploma Teknik Elektronika di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) tersebut berhasil meraih Juara 1 KOMDIGI Bug Hunter 2026 setelah mempertahankan posisinya di puncak leaderboard hingga kompetisi berakhir pada 7 Juli 2026.

Pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kompetensi di bidang keamanan siber tidak semata-mata ditentukan oleh latar belakang pendidikan teknologi informasi atau ilmu komputer. Ketertarikan, pembelajaran secara konsisten, pengalaman teknis, serta kemampuan melakukan responsible disclosure menjadi bagian penting dalam perjalanan Musa sebagai bug hunter.

Berdasarkan profil resmi Cyber Security Incident Response Team (CSIRT) Komdigi, Musa saat ini menempati peringkat pertama (rank #1) pada leaderboard CSIRT Komdigi dengan total 2.080 poin dan 39 laporan kerentanan yang dinyatakan valid. Ia berada pada klasifikasi Level 3 Expert, yakni kategori bagi hunter dengan perolehan 1.000 hingga 4.999 poin.

Musa mengungkapkan melalui profil profesionalnya bahwa kompetisi KOMDIGI Bug Hunter 2026 berlangsung sejak 26 Desember 2025 hingga 7 Juli 2026. Selama periode tersebut, ia mengaku mampu mempertahankan posisi teratas hingga kompetisi berakhir. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan melalui program tersebut.

Dari Teknik Elektronika ke Keamanan Siber
Musa tercatat menempuh pendidikan Diploma Teknik Elektronika di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Pada profil profesionalnya, ia memperkenalkan diri sebagai Cyber Security Researcher, Web Application Security Specialist, serta praktisi Responsible Disclosure. Profil tersebut juga mencatat pengalamannya sebagai penetration tester di Bugcrowd sejak Januari 2024.

Perjalanan tersebut menjadi menarik karena bidang studi formal Musa bukanlah program studi yang secara langsung bernama teknologi informasi atau keamanan siber. Namun, ia mengembangkan kompetensi keamanan aplikasi dan bug hunting melalui pembelajaran serta praktik secara mandiri.

Dalam aktivitasnya, Musa aktif menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan kepada pemilik sistem melalui mekanisme yang bertanggung jawab. Pendekatan tersebut berbeda dengan tindakan eksploitasi ilegal karena tujuan bug hunting dalam program vulnerability disclosure adalah membantu pemilik sistem mengidentifikasi dan memperbaiki celah keamanan.

Rekam jejaknya di CSIRT Komdigi memperlihatkan sejumlah capaian. Selain 39 laporan valid, Musa tercatat telah memperoleh beberapa achievement, antara lain Expert Hunter, Sharp Eye, System Breaker, Point Master, dan Researcher. Profil CSIRT juga mencatat adanya temuan kerentanan dengan tingkat keparahan kritis dan tinggi dalam rekam pencapaiannya.

Musa lantas menulis pencapaian tersebut di akun LinkedIn-nya, Musa Hamonangan Lubis. Dia menulis postingan ucapan kebahagiaan dan terima kasih kepada Komdigi:

“Alhamdulillah, saya berhasil meraih Juara 1 KOMDIGI Bug Hunter 2026.
Kompetisi yang dimulai pada 26 Desember 2025 dan berakhir pada 7 Juli 2026 menjadi perjalanan yang penuh tantangan. Selama periode tersebut, saya berhasil mempertahankan posisi di puncak leaderboard hingga akhir kompetisi. Pencapaian ini menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus motivasi untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi dalam menciptakan ruang siber yang lebih aman.

Terima kasih kepada Sekretariat Inspektorat Jenderal – Kementerian Komunikasi dan Digital RI atas kesempatan, kepercayaan, dan apresiasinya.
Semoga pencapaian ini menjadi awal untuk terus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi dunia keamanan siber Indonesia.”
(*)

(Zaky Al Hamzah)

(Sumber: Komdigi/LinkedIn Musa Hamonangan Lubis)