Mou Tegas Jelang Real Madrid Vs Inter Milan: Pelukan untuk Chivu Hanya Sebelum dan Sesudah Laga
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. (Foto: Real Madrid)
GEBRAK.ID — Jose Mourinho memastikan pertemuan Real Madrid dengan Inter Milan di Liga Champions tidak akan mengubah sikap profesionalnya. Meski memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan Inter, Mourinho menilai duel tersebut tetap harus dijalani sebagai pertandingan biasa.
Real Madrid akan menghadapi Inter dalam laga Liga Champions. Pertandingan ini memiliki cerita tersendiri bagi Mourinho karena Inter pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya sebagai pelatih.
Mourinho menangani Inter pada 2008 hingga 2010. Puncak kesuksesan terjadi pada musim 2009/2010 ketika ia membawa Nerazzurri meraih treble, yakni Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.
Hubungan Mourinho dengan pendukung Inter pun tetap sangat erat hingga sekarang. Namun, statusnya sebagai pelatih Real Madrid membuat pria asal Portugal itu harus mengesampingkan hubungan emosional tersebut selama pertandingan.
“Di Inter, mereka melihat saya sebagai teman, tidak diragukan lagi,” kata Mourinho dalam laman resmi Real Madrid, Senin (7/9/2026).
Kendati demikian, Mourinho menyadari situasinya akan berbeda ketika pertandingan dimulai. Ia tidak berharap mendapat perlakuan istimewa dari mantan klubnya selama 90 menit pertandingan.
“Selama pertandingan, saya tidak berpikir mereka akan melihat saya sebagai teman ketika saya menjadi pelatih Real Madrid,” ujar Mou.
Pertemuan tersebut juga mempertemukan Mourinho dengan sosok yang cukup dekat dengannya, Cristian Chivu. Mantan bek Inter itu pernah menjadi anak asuh Mou dan kini dipercaya sebagai pelatih Nerazzurri.
Mourinho mengaku senang melihat perkembangan Chivu setelah pensiun sebagai pemain dan beralih ke dunia kepelatihan.
“Chivu adalah salah satu mantan pemain saya, Inter juga salah satu tim yang pernah saya latih dan akan selalu begitu. Saya sangat menyayangi Chivu dan senang melihat semuanya berjalan baik untuknya,” ujar Mourinho.
Mourinho bahkan membuka kemungkinan memeluk Chivu sebelum dan setelah pertandingan. Namun, ia menegaskan tidak akan memberikan ruang untuk hubungan personal ketika laga berlangsung. “Saya akan senang memeluknya sebelum pertandingan dan sesudah pertandingan, tetapi tidak selama pertandingan.”
Kenangan Mourinho bersama Inter memang sulit dipisahkan dari sejarah klub tersebut. Pada final Liga Champions 2010 yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Inter mengalahkan Bayern Muenchen 2-0 melalui dua gol Diego Milito.
Trofi tersebut melengkapi keberhasilan Inter meraih Serie A dan Coppa Italia pada musim yang sama. Mourinho pun semakin dicintai suporter Nerazzurri sebelum akhirnya meninggalkan klub pada 2010 untuk menerima tantangan baru bersama Real Madrid.
Kini, cerita lama itu kembali tersaji. Mourinho berada di kubu Real Madrid, sedangkan Chivu berdiri di sisi Inter.
Persahabatan tetap ada, tetapi begitu peluit pertandingan berbunyi, keduanya akan menjalankan tugas masing-masing secara profesional.
(Damar Pratama/Sumber: Real Madrid)
