Lautaro Martinez: Inter Milan Ingin Juara Liga Champions, tapi tak Terobsesi

lautaro martinez inter milan

Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez. (Foto: Reuters)

GEBRAK.ID — Inter Milan memasang target tinggi di Liga Champions 2026/2027. Skuad Nerazzurri ingin kembali mengangkat trofi paling bergengsi di Eropa, tetapi Lautaro Martinez menegaskan ambisi tersebut tidak sampai berubah menjadi obsesi.

Inter akan memulai perjuangan di Liga Champions dengan ujian berat. Tim asuhan Cristian Chivu itu harus bertandang ke Santiago Bernabeu untuk menghadapi Real Madrid pada Rabu (8/9/2026).

Lautaro menyebut Inter tetap memiliki keinginan kuat untuk menjadi juara. Namun, kapten Nerazzurri tersebut meminta timnya menjalani kompetisi tanpa tekanan berlebihan.

“Ini hanyalah target. Kami semua berambisi, tetapi ini bukan sebuah obsesi,” ujar Lautaro Martinez seperti dikutip dari laman resmi Inter pada Selasa (8/9/2026).

Pernyataan Lautaro menjadi menarik karena Inter memiliki sejarah panjang di Liga Champions. Skuad Nerazzurri terakhir kali meraih trofi tersebut pada 2010 ketika Jose Mourinho menjadi pelatih dan Cristian Chivu masih memperkuat lini belakang Inter.

Kini, keduanya kembali berhadapan dari sisi berbeda. Chivu memimpin Inter, sedangkan Mourinho menangani Real Madrid.

Inter sebenarnya sudah dua kali kembali mencapai final setelah kesuksesan pada 2010. Nerazzurri tampil di partai puncak pada 2023 dan 2025, tetapi masing-masing harus mengakui keunggulan Manchester City dan Paris Saint-Germain (PSG).

Kegagalan pada final 2025 bahkan meninggalkan luka mendalam. Inter dihantam PSG dengan skor 0-5. Hasil tersebut tercatat sebagai kekalahan dengan selisih terbesar sepanjang sejarah final Liga Champions.

Perjalanan Inter di kompetisi Eropa juga belum sepenuhnya meyakinkan. Musim lalu, langkah mereka terhenti secara mengejutkan setelah disingkirkan Bodo/Glimt pada babak play-off fase gugur.

Tantangan semakin berat karena catatan Inter ketika menghadapi Real Madrid juga kurang menggembirakan. Dalam tiga pertemuan terakhir, Nerazzurri selalu kalah dan tidak mampu mencetak satu gol pun ke gawang Los Blancos.

Barcelona menjadi satu-satunya tim yang pernah membuat Inter menjalani empat pertandingan Eropa secara beruntun tanpa mencetak gol. Catatan tersebut terjadi pada periode 2003 hingga 2009.

Masalah lain datang dari performa Inter pada enam pertandingan terakhir mereka di Liga Champions musim lalu. Nerazzurri menelan lima kekalahan dan hanya meraih satu kemenangan.

Jumlah lima kekalahan itu sama dengan total kekalahan Inter dalam 39 pertandingan sebelumnya. Dalam periode tersebut, mereka mencatat 25 kemenangan dan sembilan hasil imbang.

Meski statistik kurang berpihak, Lautaro tetap melihat Liga Champions sebagai target penting. Inter kini punya kesempatan memperbaiki catatan tersebut, tetapi langkah pertama langsung membawa mereka ke markas Real Madrid.

Pertemuan di Santiago Bernabeu pun menjadi ujian awal bagi ambisi Inter. Nerazzurri harus membuktikan bahwa keinginan meraih trofi bukan sekadar target di atas kertas.

(Damar Pratama/Sumber: Inter Milan)