Nova Widianto Kembali Tangani Ganda Campuran PBSI, Bawa Pengalaman Juara Dunia

nova-widianto_169

Nova Widianto kembali mengemban tugas di Pelatnas PBSI. Mantan pemain ganda campuran Indonesia itu mulai menangani tim ganda campuran pada Selasa (8/9/2026). (Foto: Istimewa)

GEBRAK.ID, JAKARTA — Nova Widianto kembali mengemban tugas di Pelatnas PBSI. Mantan pemain ganda campuran Indonesia itu mulai menangani tim ganda campuran pada Selasa (8/9/2026), setelah PBSI mempercayainya sebagai kepala pelatih sektor tersebut.

PBSI mengumumkan kembalinya Nova melalui media sosial. “Dia sudah di sini. Semoga sukses, Coach Nova,” tulis federasi bulu tangkis Indonesia tersebut.

Nova sebenarnya sudah mendapat penunjukan sebagai Kepala Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI sejak 5 Agustus 2026. Penugasan ini menjadi periode keduanya memimpin sektor ganda campuran setelah sebelumnya menduduki posisi serupa pada 2021.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI, Eng Hian, menyebut pengalaman Nova sebagai atlet dan pelatih menjadi pertimbangan utama dalam keputusan tersebut.

“Nova merupakan sosok yang memiliki pengalaman dan pemahaman yang sangat baik di sektor ganda, baik sebagai atlet maupun pelatih,” kata Eng Hian.

PBSI berharap kehadiran Nova mampu memberikan perubahan positif bagi sektor ganda campuran Indonesia yang tengah berusaha kembali bersaing di papan atas dunia. Eng Hian menilai Nova dapat membawa energi baru sekaligus memperkuat kualitas pembinaan para pemain.

“Kami berharap kehadirannya dapat membawa energi baru, meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat daya saing pasangan-pasangan ganda campuran Indonesia, serta mengantarkan mereka meraih prestasi terbaik di berbagai turnamen internasional,” ujar Eng Hian.

Kembalinya Nova juga menarik perhatian karena ia datang dengan pengalaman besar setelah menjalani periode kepelatihan di Malaysia.

Sebelum kembali ke Indonesia, Nova menangani ganda campuran Malaysia Chen Tang Jie/Toh Ee Wei. Di bawah arahannya, pasangan tersebut mencetak sejarah dengan merebut gelar juara dunia 2025 di Paris. Chen/Toh menjadi pasangan Malaysia pertama yang memenangkan gelar dunia ganda campuran.

Prestasi itu menambah panjang rekam jejak Nova di dunia bulu tangkis. Saat masih menjadi atlet, ia berpasangan dengan Liliyana Natsir dan dua kali menjadi juara dunia, yakni pada 2005 dan 2007. Keduanya juga meraih medali perak Olimpiade Beijing 2008.

Setelah pensiun, Nova melanjutkan karier sebagai pelatih. Ia sempat menjadi asisten Richard Mainaky sejak 2013 sebelum dipercaya sebagai kepala pelatih ganda campuran pada 2021.

Kini, Nova kembali ke Pelatnas PBSI dengan tantangan baru. Ia dituntut membangun kekuatan ganda campuran Indonesia agar mampu kembali bersaing dengan pasangan-pasangan terbaik dunia.

(A. Rayyan K/Sumber: PBSI)