Tim PKM Bersama BEM UPNVJ Petakan Ancaman Lingkungan dan Konflik Sosial di Pulau Pari

TIM UPNVJ di Pulau Pari

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UPN Veteran Jakarta dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (BEM UPNVJ) berpose bersama masyarakat Pulau Pari, Kepulauan Seribu. (Foto: Dok. BEM UPN Veteran Jakarta)

GEBRAK.ID, JAKARTA — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UPN Veteran Jakarta bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (BEM UPNVJ) melakukan survei lapangan ke Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada 31 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan sosial warga.

Dalam kunjungan tersebut, tim PKM UPN Veteran Jakarta berinteraksi langsung dengan masyarakat Pulau Pari melalui sejumlah pertemuan dan diskusi. Pertemuan dilakukan bersama tokoh masyarakat dan warga pada malam hari, serta melalui percakapan informal dengan ibu-ibu dan kelompok anak muda di lingkungan permukiman.

Sudiatno, Ketua RT 002/04 Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, menyambut baik kegiatan tersebut.

“Kegiatan yang dilakukan ini bermanfaat untuk masyarakat, terutama untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang sedang dihadapi masyarakat,” ujar Sudiatno.

Dari hasil diskusi dengan warga, tim PKM UPN Veteran Jakarta mengidentifikasi sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian.

“Dua isu yang mengemuka adalah ancaman lingkungan akibat perubahan iklim serta persoalan sosial yang berkaitan dengan hubungan antar kelompok masyarakat dan pihak eksternal,” kata Dr. Yudie Aprianto, M.Sc., selaku Ketua Tim PKM UPN Veteran Jakarta.

Dalam diskusi tersebut, warga menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan pesisir, termasuk potensi kenaikan muka air laut dan abrasi yang dapat berdampak terhadap kawasan permukiman.

Perubahan iklim dan kondisi pesisir menjadi perhatian karena Pulau Pari merupakan wilayah kepulauan yang memiliki ketergantungan kuat terhadap ekosistem laut. Sejumlah kajian mengenai Pulau Pari juga mencatat dampak perubahan iklim terhadap wilayah pesisir, termasuk abrasi dan banjir rob.

Selain persoalan lingkungan, warga juga menyampaikan adanya ketegangan dan perselisihan di antara kelompok masyarakat serta persoalan dengan pihak perusahaan.

Menurut keterangan warga yang dihimpun dalam survei, persoalan tersebut antara lain berkaitan dengan kepemilikan lahan dan kepentingan ekonomi. Temuan tersebut masih memerlukan pendalaman dan verifikasi lebih lanjut agar persoalan dapat dipahami secara utuh oleh berbagai pihak.

Hasil survei kemudian menjadi bahan awal bagi BEM UPNVJ untuk merancang program yang tidak hanya berorientasi pada lingkungan, tetapi juga mendorong dialog dan kerja sama antarwarga.

“Salah satu gagasan yang disiapkan adalah program ‘Pari Bersatu, Alam Lestari’. Program ini dirancang dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat Pulau Pari,” jelas Dr. Yudie Aprianto.

Program tersebut terdiri atas tiga kegiatan utama. Pertama, “Tembok Alam Pari”, berupa kegiatan penanaman mangrove di kawasan yang berpotensi mengalami abrasi serta pengembangan upaya perlindungan pesisir berbasis masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari edukasi sekaligus aksi bersama untuk menjaga lingkungan Pulau Pari.

Program tersebut sejalan dengan kegiatan UPNVJ sebelumnya di Pulau Pari. Pada Juni 2026, UPNVJ bersama masyarakat setempat menanam 500 bibit mangrove sebagai bagian dari upaya pelestarian ekosistem pesisir dan perlindungan kawasan dari abrasi.

Kedua, “Rembug Warga Pari”, yaitu forum dialog yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat untuk membicarakan persoalan yang dihadapi warga.

Forum tersebut dirancang dalam suasana informal dengan melibatkan tokoh masyarakat dan perwakilan kelompok warga. Tim PKM UPN Veteran Jakarta bersama BEM UPNVJ akan berperan sebagai fasilitator untuk membantu menciptakan ruang komunikasi yang terbuka dan konstruktif.

Ketiga, “Sekolah Alam Cilik Pari”, berupa kegiatan edukasi bagi anak-anak dan remaja mengenai lingkungan pesisir, kebersihan laut, mangrove, dan perubahan iklim.

Materi akan disampaikan melalui metode yang sesuai dengan usia peserta, seperti permainan, cerita, video, dan aktivitas kreatif.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Tim PKM bersama BEM UPNVJ ingin mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus membuka ruang komunikasi antarwarga.

Program “Pari Bersatu, Alam Lestari” dirancang sebagai langkah awal untuk membangun kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Pendekatan yang digunakan menempatkan warga sebagai bagian penting dalam mengidentifikasi persoalan, merumuskan kebutuhan, serta menjalankan berbagai kegiatan di Pulau Pari.

Tim PKM UPN Veteran Jakarta berharap hasil survei lapangan tersebut dapat menjadi dasar penyusunan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara mahasiswa, warga, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik di tengah masyarakat Pulau Pari.

(Zaky Al Hamzah/Siaran Pers UPNVJ)