Dua Dekade Menanti, Sekolah di Nias Selatan Akhirnya Punya Gedung Layak
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menyasar SMA Swasta Afore Susua di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID, NIAS SELATAN — Penantian panjang SMA Swasta Afore Susua di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, untuk memiliki fasilitas belajar yang lebih layak mulai menemukan titik terang. Setelah hampir dua dekade berdiri dengan keterbatasan sarana, sekolah tersebut mendapat dukungan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
SMA Swasta Afore Susua yang berada di Kecamatan Ulususua tercatat berdiri pada 2006. Data resmi Kemendikdasmen mencatat sekolah tersebut memiliki NPSN 10258259 dan berada di bawah naungan Yayasan Perguruan Afore Susua.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan program revitalisasi tahun ini diarahkan untuk membantu sekolah yang membutuhkan dukungan, terutama satuan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sekolah dengan kondisi fisik rusak berat, serta sekolah yang terdampak bencana.
“Kami ingin memastikan anak-anak di mana pun mereka berada tetap mendapatkan tempat belajar yang layak. Karena itu, revitalisasi tahun ini diarahkan kepada sekolah-sekolah yang berada di wilayah 3T, sekolah dengan kondisi fisik rusak berat, dan sekolah yang terdampak bencana,” ujar Abdul Mu’ti dalam siaran pers Kemendikdasmen, Selasa (15/9/2026).
Di Nias Selatan, program tersebut menyasar 106 satuan pendidikan dengan total bantuan sekitar Rp118,7 miliar. Anggaran itu mencakup jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, hingga SMK.
SMA Swasta Afore Susua menjadi salah satu penerima bantuan. Sekolah tersebut memperoleh Rp1,103 miliar untuk merehabilitasi tujuh ruang kelas atau ruang serbaguna sekaligus melengkapi perabotnya. Berdasarkan bahan yang disampaikan Kemendikdasmen, proses revitalisasi telah mencapai 72 persen.
Kepala SMA Swasta Afore Susua, Esti Jefriani Giawa, mengatakan sekolahnya merupakan SMA pertama yang berdiri di Kecamatan Susua. Yayasan mendirikannya untuk membuka akses pendidikan menengah bagi anak-anak di wilayah tersebut.
“Dengan bangunan seadanya dan fasilitas alakadarnya, sekolah ini dibangun dengan tujuan membantu putra-putri daerah Kecamatan Susua mendapatkan pendidikan yang layak dan tidak tertinggal oleh perkembangan zaman,” kata Esti.
Selama hampir 20 tahun, sekolah tersebut telah meluluskan hampir 2.000 alumni. Namun, kondisi sejumlah ruang kelas sebelumnya jauh dari ideal. Atap mengalami kebocoran, plafon rusak, sementara lantai, jendela, dan pintu juga membutuhkan perbaikan.
Kini perubahan mulai terlihat. Ruang belajar yang sebelumnya rusak perlahan berubah menjadi bangunan yang lebih kokoh dan tertata. Para siswa dan guru pun menanti selesainya pekerjaan agar dapat menggunakan fasilitas tersebut secara penuh.
“Mimpi kami untuk bisa mendapatkan bangunan yang layak dan fasilitas yang layak telah terwujud pada tahun 2026 ini,” ujar Esti.
Esti juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, Presiden Prabowo Subianto, dan Kemendikdasmen atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolahnya.
Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya menyangkut proses pembelajaran, tetapi juga memastikan siswa di daerah memperoleh ruang belajar yang aman dan layak.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
