Biskita Trans Depok tak Lagi Gratis Mulai 2027, Tarif Umum Rp6.000 Pelajar dan Lansia Rp4.000
Alokasi anggaran yang selama ini menopang layanan gratis akan dialihkan untuk membiayai operasional koridor baru. (Foto:Diskominfo Depok)
GEBRAK. ID, DEPOK– Layanan bus Biskita Trans Depok rute Terminal Depok–Stasiun LRT Harjamukti dipastikan tidak lagi gratis mulai awal 2027. Pemerintah Kota Depok akan memberlakukan tarif berbayar dengan skema berbeda berdasarkan kategori penumpang, seiring pengalihan anggaran subsidi untuk pengoperasian koridor baru. Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan, tarif untuk penumpang umum ditetapkan sebesar Rp6.000 per perjalanan. Sementara itu, pelajar tingkat SD hingga SMA/SMK serta lansia berusia 60 tahun ke atas dikenakan tarif Rp4.000.
“Yang umum itu Rp6.000. Kalau buat lansia, 60 tahun ke atas, itu Rp4.000. Yang buat anak sekolah, SD sampai SMK atau SMA, itu Rp4.000,” ujar Supian, dikutip dari keterangannya, Senin (26/10/2026). Menurut Supian, kebijakan ini diambil karena alokasi anggaran yang selama ini menopang layanan gratis akan dialihkan untuk membiayai operasional koridor baru. “Kalau hari ini masih gratis, awal tahun depan sudah berbayar karena alokasi gratisnya itu akan kita alihkan untuk koridor 2,” katanya.
Rencana penambahan koridor baru sendiri telah lama disiapkan Dinas Perhubungan Kota Depok. Kepala Bidang Angkutan Dishub Depok Aan Syurahman sebelumnya menyebut Koridor 2 akan melayani rute Sawangan–Terminal Depok, sedangkan Koridor 3 menghubungkan Citayam dengan Terminal Jatijajar.
Baca Juga
Pemkot Depok menargetkan pengelolaan layanan ini dapat berjalan optimal seiring perluasan jangkauan. Biskita Trans Depok pertama kali beroperasi pada Juli 2024 dengan skema buy the service (BTS) di bawah koordinasi Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan.
Selama masa uji coba, penumpang tidak dikenakan biaya alias Rp0, meski tetap diwajibkan melakukan tap in dan tap out menggunakan kartu uang elektronik. Rute Terminal Depok–Stasiun LRT Harjamukti melintasi 25 titik pemberhentian dan terintegrasi dengan LRT Jabodebek, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit hingga satu jam tergantung kondisi lalu lintas. Layanan ini beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB.
Pemkot Depok meminta Dinas Perhubungan segera menyosialisasikan perubahan tarif ini agar masyarakat, khususnya pengguna rutin Koridor 1, dapat menyiapkan biaya perjalanan sejak awal 2027. Meski demikian, belum ada keterangan resmi mengenai mekanisme pembayaran yang akan diterapkan, apakah tetap menggunakan kartu uang elektronik atau skema lain.
(Dinar K/ berbagai sumber)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID