Menlu RI Terima Menlu Singapura di Jakarta, Isu Pasokan Gas Tuntas?

Foto Menlu RI dan Menlu Singapura

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir (kanan) menerima Menlu Singapura Vivian Balakrishnan dalam rangka pertemuan bilateral di Kementerian Luar Negeri RI Jakarta, Selasa (27/10/2026). (Foto: ANTARA/Nabil Ihsan)

GEBRAK.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir menerima Menlu Singapura Vivian Balakrishnan dalam rangka pertemuan bilateral di Jakarta, Selasa sore (27/0/2026).

Pertemuan tersebut dilangsungkan di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, di mana Menlu Arrmanatha menyambut langsung kedatangan Menlu Vivian dengan jabat tangan yang akrab. Setelah mempersilakan masuk Gedung Pancasila, Menlu RI mempersilakan Menlu Singapura mengisi buku tamu sebelum berfoto bersama untuk media.

Kedua menlu kemudian melanjutkan pertemuan bilateral dengan dialog empat mata secara tertutup, di mana mereka akan membahas isi bilateral dan perhatian bersama, sebelum menyampaikan pernyataan pers bersama. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah menghangatnya dinamika hubungan kedua negara, khususnya terkait sektor energi.

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengumumkan bahwa Indonesia mulai mengurangi ekspor gas ke Singapura per Sabtu lalu. “Kita kurangi ekspor gas ke Singapura. Dari Natuna 15 BBTUD, dari Sumatera 16 BBTUD,” ujar Djoko ketika ditemui di Jakarta, Jumat (23/10) malam.

Atas langkah tersebut, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia tetap merupakan negara yang menghargai kontrak. Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/10), Bahlil menyebut pengurangan itu masih berada dalam batas minimum pasokan yang diatur dalam kontrak, sehingga tidak ada kesepakatan yang dilanggar.

Lebih lanjut, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa, mengatakan pemangkasan ekspor gas ke Singapura itu tidak akan menimbulkan konflik antara kedua negara. “Sebenarnya kita ngapain berkelahi sama Singapura, kan enggak ada juga,” tambahnya.

Menurut dia, keputusan tersebut sudah dipertimbangkan dengan matang oleh Menko Bahlil. Ia juga menyebut bahwa Indonesia perlu memprioritaskan kepentingan nasionalnya saat ini.

Indonesia Pangkas Ekspor Gas 31 BBTUD
Pengurangan pasokan gas ke Singapura mulai diberlakukan pada Sabtu (24/10/2026). Berdasarkan keterangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), volume yang dikurangi mencapai 31 BBTUD dari total ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura sebesar 409,55 BBTUD.

Pengurangan tersebut berasal dari dua wilayah, yakni 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatera. Secara keseluruhan, jumlah itu setara dengan sekitar 8 persen dari total ekspor gas pipa Indonesia ke negara tersebut.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kebijakan tersebut masih berada dalam batas minimum pasokan yang diatur dalam kontrak. “31 MM yang kita potong itu adalah masih di batas kontrak minimum,” ujar Bahlil dalam konferensi pers mengenai ketahanan energi nasional di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Menurut Bahlil, pengurangan pasokan dilakukan dengan mempertimbangkan pemeliharaan fasilitas gas serta meningkatnya kebutuhan energi di dalam negeri. Pemerintah menyatakan penyesuaian tersebut tidak melanggar ketentuan kontrak yang berlaku.

Singapura Minta Kontrak Tetap Dipenuhi
Di sisi lain, pemerintah Singapura menekankan pentingnya kepastian pasokan energi dan penghormatan terhadap perjanjian komersial. Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong sebelumnya menegaskan bahwa seluruh pihak yang terikat kontrak komersial pasokan gas diharapkan memenuhi komitmen masing-masing.

“Kami mengharapkan semua pihak untuk memenuhi komitmen mereka, dan importir gas Singapura akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya berdasarkan kontrak-kontrak tersebut,” kata Wong, dikutip Reuters.

Meski demikian, otoritas Singapura menyatakan pengurangan pasokan dari Indonesia diperkirakan berdampak terbatas terhadap kebutuhan gas harian negara tersebut. Berdasarkan keterangan Energy Market Authority (EMA), pengurangan itu setara dengan kurang dari 2 persen total kebutuhan gas harian Singapura.

Singapura juga telah mengembangkan infrastruktur impor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dari berbagai negara untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan melalui jaringan pipa.

Kontrak Ekspor Gas Berakhir Bertahap Mulai 2028
Persoalan pasokan gas menjadi semakin penting karena kontrak ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura dijadwalkan berakhir secara bertahap mulai 2028. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pembicaraan mengenai kelanjutan pasokan energi antara kedua negara.

Pemerintah Indonesia sebelumnya menyatakan akan memprioritaskan kebutuhan energi domestik. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga telah mengisyaratkan kemungkinan meninjau kembali kontrak ekspor energi dengan negara-negara yang dinilai tidak menunjukkan sikap saling menghormati.

Namun, pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pengurangan pasokan saat ini tidak melanggar kontrak yang berlaku. Bahlil menyebut penyesuaian tersebut berkaitan dengan pemeliharaan fasilitas gas dan peningkatan kebutuhan energi dalam negeri.

Di tengah situasi tersebut, pertemuan Vivian Balakrishnan dan Arrmanatha Nasir menjadi perhatian dalam hubungan diplomatik Indonesia–Singapura. Meski demikian, belum ada konfirmasi bahwa isu gas akan menjadi agenda utama pertemuan kedua menteri.

Selain persoalan energi, hubungan kedua negara juga menghadapi tantangan akibat kabut asap lintas batas yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Isu tersebut turut memicu perhatian pemerintah Singapura terhadap dampak pencemaran udara di kawasan.

Pertemuan kedua menteri diharapkan menjadi kesempatan untuk menjaga komunikasi diplomatik dan membahas kepentingan bersama. Perkembangan selanjutnya, termasuk hasil pertemuan dan kemungkinan pembahasan mengenai pasokan energi, masih menunggu keterangan resmi kedua pemerintah. (*)

(Zaky Al Hamzah/antaranews/Reuters)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID