Suyudi dan Tantangan Merawat Spirit Kebangsaan: Persatuan Indonesia Jadi Sorotan

pontjo spirit

Ketua Aliansi Kebangsaan, Pontjo Sutowo. (Foto: Dok.Pribadi)

Oleh Pontjo Sutowo *)

Terpilihnya Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri membawa harapan baru bagi upaya menjaga keamanan sekaligus merawat persatuan bangsa. Dengan pengalaman panjang di kepolisian dan rekam jejak kepemimpinannya di Badan Narkotika Nasional (BNN), Suyudi menghadapi tanggung jawab besar di tengah beragam tantangan nasional.

Pengalaman Suyudi memimpin BNN menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan tugasnya. Lembaga tersebut menghadapi persoalan narkotika yang tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda dan ketahanan sosial masyarakat.

Dalam laporan kinerja 2025, BNN mencatat pengungkapan 773 kasus tindak pidana narkotika dengan 1.214 tersangka. Petugas juga menyita barang bukti berupa 4,01 ton sabu, 2,19 ton ganja, dan 1,2 ton ketamin.

Di luar penindakan, BNN menjalankan berbagai program pencegahan dan pemulihan. Lembaga tersebut membentuk 214 Desa atau Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar), melibatkan 1.910 remaja sebagai teman sebaya antinarkotika, serta memberikan layanan rehabilitasi kepada 14.527 orang.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pemberantasan narkotika membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan pencegahan, rehabilitasi, serta keterlibatan masyarakat.

Suyudi juga memiliki pengalaman menjalin hubungan dengan berbagai kalangan, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kemampuan membangun komunikasi dan kolaborasi semacam ini menjadi bekal penting dalam menghadapi persoalan keamanan yang semakin kompleks.

Sebagai Ketua Aliansi Kebangsaan, saya berharap Suyudi memberikan perhatian besar terhadap upaya menjaga dan memelihara spirit kebangsaan. Sebab, persatuan dan kesatuan bukanlah sesuatu yang dapat kita anggap selesai hanya karena bangsa ini telah melewati berbagai fase sejarah.

Justru, persatuan harus terus dirawat ketika perbedaan kepentingan, ketegangan sosial, dan derasnya arus informasi berpotensi memperlebar jarak di tengah masyarakat.

Kita tidak boleh mengabaikan potensi disintegrasi bangsa. Para elite, pemimpin lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan perlu menjaga komunikasi serta menghindari pernyataan maupun tindakan yang dapat memperuncing perbedaan.

Namun, menjaga persatuan bukan berarti membatasi kritik. Sebaliknya, kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab dan direspons secara bijaksana merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Ruang dialog yang sehat justru dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa.

Tantangan merawat persatuan juga semakin kompleks akibat dinamika global. Konflik internasional, ancaman perang, tekanan terhadap ketahanan energi dan pangan, hingga krisis ekologi dapat memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.

Situasi tersebut menuntut kesiapsiagaan pemerintah dan kerja sama lintas lembaga. Selain itu, para pemimpin perlu menjaga ketenangan publik agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan maupun provokasi yang berpotensi memicu konflik.

Dalam konteks tersebut, posisi Kapolri memiliki peran strategis. Polri tidak cukup hanya menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Institusi ini juga perlu memastikan penegakan hukum berlangsung secara adil, pelayanan publik semakin mudah diakses, serta masyarakat memiliki ruang aman untuk menyampaikan aspirasi.

Kepercayaan masyarakat terhadap Polri menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga stabilitas nasional. Karena itu, pendekatan yang mengedepankan profesionalisme, keadilan, keterbukaan, dan komunikasi dengan masyarakat perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Saya menyambut kepemimpinan Suyudi dengan harapan agar pengalaman dan kapasitas yang dimilikinya dapat mendukung pelaksanaan tugas tersebut. Rekam jejaknya di kepolisian, pengalaman memimpin BNN, serta hubungannya dengan berbagai elemen masyarakat merupakan bekal untuk menghadapi tantangan yang beragam.

Pada akhirnya, merawat spirit kebangsaan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga atau seorang pemimpin. Upaya tersebut membutuhkan komitmen bersama, termasuk dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan seluruh warga negara.

Semoga di bawah kepemimpinan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Polri semakin mampu menjaga keamanan, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan berkontribusi dalam memelihara persatuan Indonesia. Sebab, keamanan yang berkeadilan dan persatuan yang terawat merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jakarta, 2 Oktober 2026

*) Ketua Aliansi Kebangsaan.

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID