Wamenkes: Influenza A Umumnya Pulih Sendiri, Tidak Berbahaya

Bakom Istana

Wamenkes Dante Saksono Herbuwono (kanan) dan Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026). (Foto: ANTARA/Prisca Triferna)

GEBRAK.ID, JAKARTA — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes, Dante Saksono Harbuwono, menyatakan sebagian besar infeksi influenza A merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan khusus. Pemerintah tetap memantau perkembangan kasus dan tingkat keparahan penyakit melalui sistem surveilans. “Ini adalah self-limiting disease, penyakit yang sembuh dengan sendirinya tanpa diobati. Jadi tidak berbahaya influenza A tersebut,” ujar Dante dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Dante mengatakan, berdasarkan pemantauan pemerintah, belum terdapat peningkatan kasus influenza yang signifikan di tingkat nasional maupun global. Menurut dia, pola penyebaran influenza A serupa dengan influenza pada umumnya dan cenderung meningkat menjelang musim hujan di Indonesia.

Aktivitas influenza kemudian diperkirakan menurun pada sekitar Februari hingga Maret. Karena itu, Dante meminta masyarakat menyikapi informasi mengenai influenza A secara proporsional dan tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan. “Jangan ini digoreng dan dijadikan berita yang viral, sehingga seolah-olah menakutkan. Padahal tidak sama sekali, influenza A ini biasa saja kayak influenza biasa,” tuturnya.

Surveilans Influenza Masih Berlangsung
Kementerian Kesehatan terus melakukan pemantauan influenza melalui surveilans yang melibatkan 39 puskesmas, 35 rumah sakit, dan 14 balai karantina kesehatan. Berdasarkan laporan hingga minggu ke-38 tahun 2026, aktivitas influenza berada pada kategori sedang. Kemenkes juga mencatat positivity rate influenza mencapai 56 persen pada periode tersebut.

Data surveilans Kemenkes menunjukkan influenza A(H1N1)pdm09 menjadi virus yang dominan terdeteksi di Indonesia. Sejumlah wilayah juga mencatat proporsi kasus positif influenza yang relatif tinggi, antara lain Sulawesi Tenggara sebesar 37 persen, DKI Jakarta 31 persen, dan Kepulauan Bangka Belitung 29 persen. Kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah tetap melakukan pemantauan meskipun aktivitas influenza secara keseluruhan masih berada dalam kategori sedang.

Gejala dan Penularan
Influenza A merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza A. Penularannya dapat terjadi melalui percikan atau partikel pernapasan dari orang yang terinfeksi. Gejala yang umum antara lain demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, dan rasa lemas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut sebagian besar penderita influenza dapat pulih dalam sekitar satu minggu tanpa memerlukan perawatan medis.

Meski demikian, influenza tidak selalu berlangsung ringan. WHO menyatakan penyakit ini dapat berkembang menjadi kondisi berat, terutama pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi. Kelompok tersebut mencakup anak-anak usia dini, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau kondisi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun.

Karena itu, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan gejala. WHO menganjurkan orang dengan risiko tinggi atau mereka yang mengalami gejala berat untuk mendapatkan perhatian medis. Dengan demikian, pernyataan bahwa influenza A umumnya dapat sembuh sendiri tidak berarti seluruh kasus dapat diabaikan. Pemerintah tetap mengandalkan surveilans untuk memantau aktivitas virus, sementara masyarakat perlu memahami gejala dan memperhatikan kondisi kelompok yang rentan mengalami komplikasi. (*)

(Zaky Al Hamzah/antaranews)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID