98 Tahun Sumpah Pemuda: Bahasa Indonesia Makin Diminati Anak Muda Rusia

kongres bahasa indonesia di rusia 2

Kongres Bahasa Indonesia di Higher School of Economics University (HSE University), Moskow, Rusia, Rabu (28/10/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)

GEBRAK.ID, MOSKOW — Bahasa Indonesia terus melangkah ke panggung internasional. Menjelang peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda, bahasa yang menjadi simbol persatuan bangsa ini semakin menarik perhatian generasi muda Rusia, termasuk mahasiswa yang mempelajarinya di perguruan tinggi.

Ketertarikan tersebut terlihat dalam Kongres Bahasa Indonesia di Higher School of Economics University (HSE University), Moskow, Rabu (28/10/2026). Sekitar 140 mahasiswa, akademisi, pengajar, dan Indonesianis menghadiri kegiatan bertema “Bahasa Indonesia di Pentas Global: Tantangan, Peluang, dan Masa Depan”.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengatakan bahwa pengembangan bahasa Indonesia di luar negeri tidak cukup hanya dengan memperbanyak jumlah pemelajar. Bahasa Indonesia juga perlu digunakan dalam bidang akademik, diplomasi, perdagangan, dan kebudayaan.

“Penginternasionalan bahasa Indonesia bukan semata-mata upaya menambah jumlah orang yang mempelajari bahasa Indonesia, melainkan juga sebagai upaya meningkatkan fungsi, martabat, dan daya guna bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat global,” ujar Atip.

Pengakuan UNESCO terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO pada 20 November 2023 menjadi salah satu tonggak penting. Status tersebut membuka ruang lebih luas bagi penggunaan bahasa Indonesia dalam forum organisasi internasional tersebut.

Pemerintah juga menyiapkan Peta Jalan Penginternasionalan Bahasa Indonesia 2025–2045. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kongres, Indeks Penginternasionalan Bahasa Indonesia meningkat dari 51,44 pada 2024 menjadi 52,99 pada 2025. Pemerintah menargetkan indeks tersebut mencapai 55,87 pada 2029.

Salah satu upaya memperluas jangkauan bahasa Indonesia dilakukan melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Hingga Oktober 2026, program ini disebut telah menjangkau 62 negara melalui 520 lembaga penyelenggara, dengan lebih dari 234.000 pemelajar aktif.

Di Rusia, kelas BIPA yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow tercatat diikuti 149 pemelajar. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sebelumnya juga mencatat adanya pengajaran bahasa Indonesia di sejumlah perguruan tinggi Rusia, termasuk Universitas Negeri Moskow.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, Jose Tavares, mengatakan pengajaran bahasa Indonesia di Universitas Negeri Moskow telah dimulai sejak akhir 1950-an. Meski memiliki sejarah panjang, pengembangan program ini masih menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan tenaga pengajar hingga minimnya bahan ajar yang sesuai bagi penutur bahasa Rusia.

Jose berharap kongres tersebut menghasilkan rekomendasi konkret sekaligus memperluas jaringan Indonesianis di Rusia dan Belarus.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow, Khoirul Rosyadi, menyampaikan bahwa kongres akan dilanjutkan sebagai agenda tahunan. Acara tersebut juga dimeriahkan pameran buku BIPA serta penampilan Veronika Khomkina dan Anastasia Marker yang membawakan lagu “Karena Kamu” dan keroncong “Sapu Tangan”.

Momentum ini memperlihatkan bahwa bahasa Indonesia bukan sekadar warisan ikrar Sumpah Pemuda. Bahasa Indonesia juga berpotensi menjadi jembatan untuk mempererat persahabatan, memperluas kerja sama pendidikan, dan mengenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat dunia.

(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID