JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November, Ini Jam dan Jalur Alternatifnya
Penutupan JLNT Antasari dilakukan dini hari setiap Sabtu dan Minggu untuk mengantisipasi balap liar yang meresahkan warga. Pengendara diarahkan menggunakan jalan arteri di bawahnya. (Foto: ist)
GEBRAK.ID, JAKARTA– Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama kepolisian dan TNI akan memberlakukan penutupan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari pada akhir pekan. Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada 14 November 2026 untuk mengantisipasi aksi balap liar yang dinilai membahayakan pengguna jalan. Penutupan dilakukan setiap Sabtu dan Minggu mulai pukul 00.00 hingga 04.00 WIB. Dengan demikian, pengendara yang hendak menggunakan JLNT Antasari pada rentang waktu tersebut harus memilih jalur alternatif.
Kebijakan itu merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat mengenai aktivitas balap liar di kawasan JLNT Antasari, Jakarta Selatan. Pemkot Jakarta Selatan menyatakan penutupan dilakukan oleh unsur Tiga Pilar, yakni pemerintah daerah, Polri dan TNI, sebagai langkah menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan serta masyarakat sekitar.
Lima Titik Akses Dipasang Pembatas
Untuk mendukung pemberlakuan penutupan, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan menyiapkan pagar pembatas lalu lintas di sejumlah akses menuju JLNT Antasari. Sedikitnya terdapat lima titik akses yang dipasangi pembatas. Pemasangan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Baca Juga
Pemkot Jakarta Selatan berharap langkah tersebut tidak hanya mengurangi peluang terjadinya balap liar, tetapi juga membuat arus lalu lintas lebih tertib pada jam rawan. Bagi pengendara yang tetap harus melintas di kawasan Antasari pada waktu penutupan, pemerintah mengarahkan kendaraan menggunakan jalan arteri di bawah JLNT Antasari.
Polisi Sebelumnya Evaluasi JLNT Antasari
Penutupan berkala ini tidak muncul secara tiba-tiba. Pada Juni 2026, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah melakukan evaluasi terhadap operasional JLNT Antasari setelah muncul aksi balap liar yang terekam dan beredar di media sosial. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya saat itu, Kombes Pol Komarudin, mengatakan evaluasi diperlukan untuk menyesuaikan pengaturan dengan kondisi lalu lintas dan kebutuhan di lapangan.
Ketika itu, belum ada kebijakan penutupan rutin JLNT Antasari pada malam hari seperti yang telah diterapkan di JLNT Casablanca. Polisi juga meminta masyarakat melaporkan aktivitas yang membahayakan pengguna jalan melalui layanan 110.
Perkembangan terbaru menunjukkan pemerintah akhirnya memilih pembatasan akses secara rutin pada dini hari akhir pekan sebagai salah satu upaya mencegah balap liar.
Balap Liar Pernah Ganggu Pengguna Jalan
Persoalan balap liar di JLNT Antasari sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah beredar video yang memperlihatkan sekelompok pengendara sepeda motor diduga menggunakan ruas tersebut untuk balapan. Dalam kejadian yang diberitakan pada Juni 2026, sejumlah pemotor bahkan disebut sempat menghambat kendaraan roda empat yang hendak melintas.
Polisi kemudian menyatakan akan menindaklanjuti dan mengevaluasi kondisi di lokasi. Kepolisian juga sebelumnya melakukan patroli untuk mengantisipasi balap liar dan gangguan keamanan jalanan di wilayah Jakarta Selatan. Patroli tersebut mencakup sejumlah lokasi yang dianggap rawan gangguan ketertiban masyarakat.
Pengendara Perlu Perhatikan Jadwal Penutupan
Dengan kebijakan baru tersebut, pengendara perlu memperhatikan waktu perjalanan ketika hendak melewati JLNT Antasari pada akhir pekan.
Jadwal penutupan:Mulai berlaku: 14 November 2026
Hari: Sabtu dan Minggu
Waktu: 00.00–04.00 WIB
Lokasi: JLNT Antasari, Jakarta Selatan
Alternatif: jalan arteri di bawah JLNT Antasari
Penutupan ini terutama menyasar periode dini hari yang dinilai rawan digunakan untuk aktivitas balap liar. Pemerintah berharap pembatasan akses tersebut dapat mengurangi potensi kecelakaan dan gangguan keamanan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan JLNT Antasari.
(Dinar K/ berbagai sumber)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID