Indonesia Desak Rusia Setop Rekrutmen WNI Jadi Tentara dalam Perang Vs Ukraina

wni tentara rusia

Pemerintah Indonesia mendesak Rusia segera menghentikan perekrutan warga negara Indonesia (WNI) untuk bergabung dengan dinas militer maupun formasi lain yang berkaitan dengan militer negara tersebut. (Foto: istimewa)

GEBRAK.ID — Pemerintah Indonesia mendesak Rusia segera menghentikan perekrutan warga negara Indonesia (WNI) untuk bergabung dengan dinas militer maupun formasi lain yang berkaitan dengan militer negara tersebut. Desakan ini muncul setelah beredar kabar seorang WNI meninggal dunia saat bertugas bersama militer Rusia dalam perang di Ukraina.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan pemerintah telah menyampaikan permintaan resmi kepada Rusia melalui jalur diplomatik. Indonesia meminta Moskow mengambil langkah konkret agar tidak ada lagi WNI yang direkrut melalui jalur apa pun.

“Pemerintah RI meminta pemerintah Rusia agar mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan WNI tidak direkrut ke dalam militer maupun formasi lainnya terkait militer di Rusia melalui jalur apa pun,” kata Yvonne melalui pesan tertulis di Jakarta, Minggu (1/11/2026).

Indonesia juga menaruh perhatian terhadap kemungkinan praktik perekrutan yang mengandung unsur tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Karena itu, pemerintah meminta Rusia memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang warga negaranya dikecualikan dari perekrutan militer.

Yvonne berharap pengecualian tersebut segera diterapkan secara efektif. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah WNI kembali terjerat perekrutan yang berujung pada keterlibatan dalam konflik bersenjata.

KBRI Moskow Verifikasi Kabar WNI Tewas

Di sisi lain, Kemlu masih menelusuri kabar kematian seorang WNI yang disebut bertugas dalam militer Rusia di Ukraina. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow tengah memeriksa identitas dan status kewarganegaraan orang tersebut.

“KBRI Moskow tengah melakukan pendalaman dan verifikasi, termasuk terkait identitas dan status yang bersangkutan,” ujar Yvonne.

Ia menegaskan, proses verifikasi mengutamakan perlindungan data pribadi. Karena itu, masyarakat diminta tidak menyebarkan spekulasi sebelum pemerintah memperoleh kepastian mengenai informasi tersebut.

Kabar kematian WNI itu sebelumnya disampaikan Dinas Intelijen Pertahanan Ukraina (HUR) melalui pernyataan di media sosial pada 27 Oktober 2026. HUR menyebut pria berinisial MT, kelahiran 1978, pernah bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta.

Menurut laporan tersebut, MT menandatangani kontrak selama satu tahun untuk bergabung dengan militer Rusia. Namun, ia disebut meninggal dunia setelah sekitar satu pekan ditempatkan di medan perang Ukraina. Informasi ini masih memerlukan verifikasi dari pemerintah Indonesia.

WNI Diminta Waspada Tawaran Kerja di Luar Negeri

Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan di luar negeri, terutama jika menjanjikan penghasilan atau fasilitas yang tidak masuk akal.

Yvonne meminta calon pekerja memeriksa legalitas perusahaan dan tawaran kerja melalui instansi berwenang. Masyarakat juga harus membaca serta memahami isi kontrak sebelum menandatanganinya.

Peringatan tersebut sejalan dengan temuan awal pemerintah dalam dugaan perekrutan WNI ke militer Rusia pada September 2026 lalu. Saat itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut sejumlah WNI diduga awalnya melamar pekerjaan sipil, seperti tenaga keamanan atau administrasi, tetapi kemudian diarahkan menjadi tentara.

Pemerintah sebelumnya menegaskan masih perlu memastikan proses perekrutan, bentuk keterlibatan, serta kemungkinan adanya penipuan atau eksploitasi. Perlindungan terhadap WNI yang menjadi korban menjadi salah satu perhatian utama dalam penanganan kasus ini.

Desakan terbaru kepada Rusia sekaligus menunjukkan upaya Indonesia mencegah warganya terseret lebih jauh ke dalam konflik bersenjata di Ukraina.

(Saeful Imam/berbagai sumber)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID