Harga Motor Listrik Nasional Ditargetkan Rp18 Juta, Pemerintah Masih Hitung
Pemerintah mensimulasikan harga Motor Listrik Nasional (Molinas) mulai Rp18 juta per unit. (Foto: tangkapan layar)
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA – Pemerintah tengah mengkaji harga Motor Listrik Nasional (Molinas) agar lebih terjangkau masyarakat. Dalam simulasi terbaru, harga motor listrik nasional tersebut diarahkan mulai Rp18 juta per unit. Asisten Deputi Pengembangan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Atong Soekirman menegaskan, angka Rp18 juta tersebut masih sebatas exercise atau simulasi.
Pemerintah belum menetapkannya sebagai harga jual resmi
Dengan demikian, masyarakat belum dapat menjadikan Rp18 juta sebagai patokan harga final Molinas.“Rp18 juta itu masih exercise. Kita masih menghitung,” kata Atong kepada media, Jumat (21/8/2026). Pemerintah masih menghitung sejumlah aspek yang akan menentukan harga akhir, termasuk kapasitas fiskal serta kemungkinan dukungan kebijakan atau insentif.
Harga Molinas Masih Dalam Pembahasan
Sinyal harga Rp18 juta muncul setelah pemerintah resmi meluncurkan ekosistem Motor Listrik Nasional di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 13 Agustus 2026.
Presiden Prabowo Subianto saat itu meluncurkan Molinas produksi ALVA dan menekankan pentingnya penguasaan teknologi serta penguatan industri kendaraan listrik dalam negeri. Pemerintah berharap pengembangan Molinas tidak hanya menghasilkan kendaraan listrik, tetapi juga membangun kemampuan industri nasional dari sisi desain, manufaktur hingga rantai pasok.
Sebelumnya, harga resmi Molinas juga belum diumumkan secara on the road (OTR). Karena itu, berbagai angka yang beredar masih harus dipandang sebagai estimasi sampai pemerintah dan produsen menetapkan harga jual secara resmi.
Pemerintah Siapkan Dukungan agar Harga Terjangkau
Upaya menekan harga Molinas menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan kendaraan listrik nasional. Pemerintah sebelumnya menyampaikan rencana dukungan pembiayaan agar masyarakat lebih mudah membeli motor listrik. Presiden Prabowo juga telah mengarahkan agar pembelian Molinas dapat didukung skema pembiayaan dengan bunga lebih rendah dan jangka waktu lebih panjang.
Pemerintah bahkan membahas kemungkinan pengurangan hingga penghapusan uang muka atau down payment (DP). Namun, skema tersebut masih perlu dimatangkan. Karena itu, harga Rp18 juta belum dapat disebut sebagai harga setelah subsidi ataupun harga yang akan berlaku di dealer.
Molinas Punya Sejumlah Persyaratan
Selain harga yang terjangkau, pemerintah menetapkan sejumlah kriteria agar sebuah produk dapat masuk dalam kategori Motor Listrik Nasional. Atong menjelaskan, salah satunya adalah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 60 persen. TKDN tersebut mencakup sejumlah komponen utama, antara lain power train, rangka atau struktur, serta komponen plastik dan body panel.
Kriteria lainnya mencakup desain dan rekayasa yang dikembangkan di dalam negeri. Pemerintah juga mensyaratkan penggunaan baterai tertentu serta harga yang sesuai dengan pasar domestik. Persyaratan tersebut menunjukkan bahwa program Molinas tidak sekadar diarahkan untuk menjual motor listrik murah, tetapi juga membangun industri kendaraan listrik yang memiliki basis produksi dan teknologi di Indonesia.
Target Produksi dan Pasar Motor Listrik
Pemerintah juga melihat potensi pasar motor listrik nasional masih sangat besar. Kemenko Perekonomian memproyeksikan permintaan motor listrik dapat mencapai 1,5 juta unit pada 2028. Atong menyebut populasi motor berbahan bakar bensin di Indonesia saat ini masih sangat dominan, mencapai sekitar 145 juta unit. Sementara itu, populasi motor listrik baru sekitar 229 ribu unit. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan ruang pertumbuhan kendaraan listrik roda dua masih terbuka lebar.
Dari sisi industri, pemerintah juga mendorong semakin banyak perusahaan nasional dan industri kecil menengah masuk ke dalam rantai pasok Molinas. Kementerian Perindustrian menyebut dua IKM binaannya telah menjadi bagian dari ekosistem pendukung Molinas. Keduanya memproduksi komponen box baterai dan bracket baterai untuk Molinas ALVA.
Harga Rp18 Juta Belum Final
Dengan berbagai skema yang masih dihitung, harga Molinas mulai Rp18 juta saat ini belum dapat dianggap sebagai keputusan final pemerintah. Besaran harga nantinya akan bergantung pada hasil simulasi biaya produksi, kapasitas produksi, tingkat kandungan lokal, skema pembiayaan serta bentuk dukungan pemerintah yang akhirnya ditetapkan.Jika target tersebut terealisasi, harga sekitar Rp18 juta akan menempatkan Molinas sebagai salah satu pilihan kendaraan listrik yang lebih dekat dengan daya beli masyarakat luas. Namun, masyarakat masih perlu menunggu keputusan resmi pemerintah dan produsen terkait harga OTR, spesifikasi, skema insentif, serta mekanisme pembelian Molinas.
(berbagai sumber)
