Saham RANS Tertekan, Antrean Jual Tembus 1 Juta Lot

1787303899098

Saham RANS sempat menguat ke Rp206 pada perdagangan Jumat, tetapi masih berada di bawah harga debut Rp228. Tekanan jual juga jauh lebih besar daripada antrean beli.(foto: Wikipedia)

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA — Saham PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) kembali menjadi perhatian investor setelah mengalami tekanan sepanjang perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Jumat (21/8/2026), saham emiten milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tersebut sempat menguat, tetapi tekanan jual terlihat jauh lebih besar dibandingkan antrean beli.

Mengacu pada data perdagangan yang dikutip detikFinance, saham RANS sempat naik sekitar 3% ke level Rp206 per saham pada Jumat (21/8). Sehari sebelumnya, saham tersebut bahkan sempat menyentuh level Rp200 per saham. Perlu dicatat, harga Rp206 masih di atas harga penawaran perdana RANS sebesar Rp170 per saham, tetapi sudah berada di bawah harga pada saat debut di BEI, yakni Rp228 per saham.

Dengan demikian, tekanan harga yang terjadi saat ini merupakan penurunan dari level debut, bukan penurunan di bawah harga IPO Rp170.

Antrean Jual RANS Lebih dari 1 Juta Lot

Tekanan jual saham RANS terlihat dari posisi order book menjelang penutupan sesi I perdagangan Jumat. Data Stockbit menunjukkan antrean jual saham RANS mencapai sekitar 1,05 juta lot dengan frekuensi 3.100 kali. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan antrean beli yang tercatat sekitar 384.785 lot dengan frekuensi 1.481 kali.

Antrean jual terbesar berada pada harga Rp218 per saham sebanyak 184.188 lot dengan frekuensi 152 kali. Selanjutnya, pada harga Rp220 per saham terdapat antrean jual sekitar 120.141 lot. Sementara itu, antrean beli terbesar berada pada level Rp200 per saham dengan frekuensi 314 kali. Kondisi tersebut menggambarkan adanya tekanan jual yang cukup kuat dalam perdagangan RANS pada sesi tersebut.

Saham RANS Masih di Atas Harga Penawaran IPO

RANS resmi mencatatkan sahamnya di BEI pada 10 Juli 2026. Dalam IPO tersebut, perseroan menawarkan 2,525 miliar saham baru atau sekitar 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Berdasarkan data e-IPO, harga penawaran saham RANS ditetapkan sebesar Rp170 per saham, setelah sebelumnya berada dalam rentang penawaran awal Rp135-Rp170 per saham. Dari aksi korporasi tersebut, RANS berpotensi menghimpun dana hingga sekitar Rp429,25 miliar.

Pada hari pertama perdagangan, saham RANS justru langsung melonjak 34,12% menjadi Rp228 per saham dan menyentuh auto rejection atas (ARA). Level tersebut menjadi harga debut yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga penawaran Rp170. Namun, setelah mencatat lonjakan pada hari pertama, harga saham RANS kemudian bergerak turun.

Berdasarkan data perdagangan dalam akumulasi sebulan terakhir saham RANS telah melemah 10,43%.

Kinerja RANS Jadi Perhatian Investor

Pergerakan saham RANS juga tidak dapat dilepaskan dari kondisi fundamental perusahaan. Berdasarkan rangkuman data prospektus yang dipublikasikan Stockbit, pendapatan RANS pada 2025 tercatat Rp353,4 miliar, turun 14% dibandingkan Rp410,5 miliar pada 2024. Laba bersih perseroan pada 2025 juga tercatat Rp61 miliar, turun 39% dari Rp99,8 miliar pada 2024.

Pada 2024, laba RANS turut terdorong oleh keuntungan nonberulang dari pelepasan entitas anak PT Rans Prestisius Klub Sepakbola sebesar Rp44,9 miliar. Di sisi lain, RANS memiliki sejumlah rencana pengembangan bisnis setelah IPO, termasuk pengembangan intellectual property (IP), ekspansi Cipungland, kegiatan event serta bisnis lain yang berada dalam ekosistem perusahaan.

Dana IPO RANS Mulai Digunakan untuk Bayar Utang

Sebelumnya, Direktur Utama RANS Nagita Slavina mengungkapkan bahwa sebagian dana hasil IPO telah direalisasikan untuk pembayaran utang. RANS menghimpun dana sekitar Rp429,25 miliar dari IPO. Berdasarkan prospektus, sekitar Rp29,95 miliar atau 6,98% dari dana tersebut dialokasikan untuk pelunasan kredit investasi. Sementara penggunaan dana lainnya masih dalam proses sesuai rencana perseroan.

RANS juga merencanakan penggunaan dana IPO untuk mengembangkan sejumlah intellectual property, termasuk RANS Carnival dan Cipungland. Tekanan terhadap saham RANS menjadi salah satu dinamika yang perlu diperhatikan investor setelah euforia pencatatan perdana. Dengan harga Rp206 per saham berdasarkan data perdagangan Jumat (21/8) yang dikutip detikFinance, posisi RANS masih sekitar 21,2% lebih tinggi dibandingkan harga IPO Rp170, tetapi sekitar 9,6% lebih rendah dari harga debut Rp228.

Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada keseimbangan permintaan dan penawaran di pasar, sekaligus kemampuan perseroan membuktikan pertumbuhan bisnis dan merealisasikan penggunaan dana hasil IPO sesuai prospektus.

( berbagai sumber)