Tabrakan Beruntun di Puncak Tewaskan 4 Orang, Polisi Selidiki Dugaan Rem Blong Truk

bus-kecelakaan

Polisi masih menyelidiki kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan di jalur Puncak-Cipanas, tepatnya di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (Foto ilustrasi: Pixabay)

Editor: Saeful Imam

GEBRAK.ID, CIANJUR — Polisi masih menyelidiki kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan di jalur Puncak-Cipanas, tepatnya di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Insiden tersebut menewaskan empat orang dan membuat delapan korban lainnya harus menjalani perawatan medis.

Kecelakaan maut itu terjadi pada Jumat (21/8/2026) malam. Polisi menduga kecelakaan bermula ketika sebuah truk boks bermuatan berat mengalami rem blong saat melaju dari arah Puncak menuju Cipanas.

Truk tersebut kemudian menghantam kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Lima kendaraan terlibat dalam kecelakaan itu, terdiri atas satu truk, dua minibus, dan dua sepeda motor.

Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Cianjur Inspektur Polisi Dua Ahmad Prio Gunawan mengatakan truk diduga kehilangan fungsi pengereman ketika memasuki jalan menurun di kawasan Ciloto.

“Dua orang meninggal dunia adalah warga Lampung dan Cianjur, serta 10 korban lainnya mengalami luka-luka dibawa ke RSUD Cimacan guna mendapatkan pertolongan medis. Pada Sabtu pagi, dua orang korban lainnya yang merupakan warga Lampung dinyatakan meninggal dunia saat mendapat perawatan,” kata Ahmad Prio di Cianjur, Sabtu (22/8/2026).

Berdasarkan penyelidikan awal, truk menghantam empat kendaraan dari arah berlawanan. Kendaraan yang terlibat antara lain Suzuki Ertiga, Toyota Avanza, serta dua sepeda motor.

Benturan keras membuat sejumlah pengendara dan penumpang mengalami luka-luka. Dua korban meninggal dunia di lokasi setelah kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kerusakan parah akibat dihantam truk.

Petugas kemudian mengevakuasi para korban dan membawa mereka ke RSUD Cimacan untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari data sementara, korban kecelakaan terdiri atas enam orang yang merupakan satu keluarga asal Lampung, dua warga Bogor, serta empat warga Cianjur.

Perkembangan kondisi korban juga berubah setelah dua korban yang sebelumnya mendapat perawatan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu pagi. Dengan demikian, jumlah korban meninggal dalam kecelakaan tersebut menjadi empat orang.

Sementara itu, delapan korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Tiga korban meninggal diketahui merupakan warga Lampung, sedangkan satu korban lainnya berasal dari Cianjur.

Polisi kini menggali keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan rangkaian kejadian sekaligus mencari penyebab pasti kecelakaan.

“Kami bersama petugas gabungan masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara akibat truk bernopol Jakarta mengalami rem blong saat memasuki jalan menurun tajam di kawasan Ciloto-Puncak,” ujar Ahmad Prio.

Kecelakaan tersebut juga sempat membuat arus lalu lintas di jalur Puncak-Cianjur tersendat hingga terjadi kemacetan panjang. Petugas gabungan melakukan penanganan di lokasi sekaligus membantu proses evakuasi kendaraan dan korban.

Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan apakah kecelakaan hanya dipicu gangguan sistem pengereman atau terdapat faktor lain yang turut berkontribusi. Polisi juga meminta keterangan saksi dan pengendara sebagai bagian dari proses pengumpulan bukti.

Insiden ini kembali menunjukkan tingginya risiko berkendara di jalur menurun kawasan Puncak, terutama bagi kendaraan berat. Pemeriksaan kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman, menjadi faktor penting sebelum melintasi jalur dengan kontur jalan seperti kawasan Ciloto-Puncak.

(Sumber: Polres Cianjur)