Karhutla Way Kambas Meluas, 673,4 Hektare Terbakar dan Api Merembet ke Rawa Mbah Sapon
Petugas gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran di TN Way Kambas. Medan sulit, angin kencang, vegetasi kering, dan minimnya sumber air menjadi kendala utama.(Foto: tangkapan layar) .
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,LAMPUNG TIMUR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Lampung, terus meluas. Hingga Sabtu (22/8/2026), luas kawasan yang terbakar diperkirakan mencapai 673,4 hektare.
Kebakaran masih berlangsung di kawasan Jati 3, Resort Kuala Penet, SPTN Wilayah III Kuala Penet, Kecamatan Braja Selebah. Api dilaporkan merembet dari lokasi awal menuju kawasan Rawa Mbah Sapon atau Grid 7S. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan angka 673,4 hektare tersebut masih merupakan perkiraan berdasarkan pemantauan petugas di lapangan.
Pemetaan dan pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan luasan serta arah pergerakan api.
29 Personel Gabungan Dikerahkan
Sebanyak 29 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Mereka terdiri atas 14 personel Polisi Kehutanan (Polhut) dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP), 10 personel Polsek Braja Selebah, serta lima personel TNI dari Koramil Way Jepara. Namun, proses pemadaman tidak mudah. Sejumlah titik api hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
Petugas bahkan harus menempuh perjalanan sekitar satu jam untuk mencapai lokasi kebakaran. Kondisi tersebut diperparah dengan tidak tersedianya sumber air di sekitar titik api. Untuk sementara, petugas menggunakan peralatan manual seperti tangki semprot dan gepyok kayu.
Polda Lampung juga menyiapkan Alkon untuk membantu proses pemadaman, terutama di lokasi yang sulit ditangani secara manual.
Angin Kencang dan Vegetasi Kering Percepat Api Menjalar
Kondisi cuaca panas, angin kencang, serta vegetasi yang kering menjadi faktor yang menyulitkan pengendalian kebakaran. Semak dan ilalang yang mendominasi sejumlah area juga membuat api lebih mudah menjalar.
Selain pemadaman, petugas melakukan pemantauan terhadap titik-titik api baru untuk mencegah kebakaran semakin meluas.
Kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Joaran Muklas dan Mbah Rabin, di sekitar perbatasan Desa Braja Harjosari dan Braja Yekti. Api dari kawasan Jati 3 kemudian bergerak menuju Rawa Mbah Sapon.
Dugaan Kebakaran Sengaja Dibakar Masih Didalami
Kepala Balai TN Way Kambas MHD Zaidi sebelumnya menyebut adanya dugaan bahwa kebakaran tersebut sengaja dilakukan. Dugaan itu masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan tidak dapat dianggap sebagai kesimpulan mengenai penyebab kebakaran.
Balai TNWK bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, mitra kerja, dan masyarakat terus melakukan pemadaman serta pengawasan terhadap kawasan konservasi tersebut. Di tengah kebakaran, kondisi satwa liar juga menjadi perhatian. Hingga Sabtu, belum ada laporan mengenai gajah maupun satwa lain yang terdampak langsung oleh kebakaran.
Gajah liar masih terpantau berada di bagian utara kawasan TNWK. Petugas juga meningkatkan pengamanan untuk mengantisipasi aktivitas ilegal seperti perburuan satwa, pembalakan, dan perambahan kawasan konservasi.
Dengan api yang masih aktif, petugas gabungan terus melakukan pemadaman dan pemantauan agar kebakaran tidak semakin meluas ke kawasan lain di Taman Nasional Way Kambas.
(berbagai sumber)
