Prabowo Janjikan Kenaikan Jabatan untuk Pangdam dan Kapolda Riau jika Karhutla Tuntas
Prabowo Subianto mengapresiasi penanganan karhutla di Riau. Ia meminta tujuh titik api yang tersisa segera dipadamkan dan menjanjikan kenaikan jabatan bagi Pangdam serta Kapolda Riau.(Foto:BPMI Setpres)
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,PEKANBARU – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap kinerja jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Prabowo bahkan menjanjikan kenaikan jabatan bagi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan apabila penanganan karhutla di wilayah tersebut dapat dituntaskan.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Senin (24/8/2026). Dalam rapat tersebut, Prabowo menanyakan masa tugas Agus Hadi Waluyo sebagai Pangdam XIX/Tuanku Tambusai. Agus menjawab telah menjalankan tugas selama sekitar satu tahun. Sementara Herry Heryawan menyampaikan dirinya telah menjabat sebagai Kapolda Riau sekitar 17 bulan.
Prabowo kemudian menyampaikan apresiasi atas kinerja keduanya dalam penanganan karhutla di Riau. Ia menilai pola penanganan yang dilakukan dapat menjadi contoh bagi daerah lain. “Langkah-langkah kegiatan preventif kalian juga cukup bagus,” ujar Prabowo dalam rapat tersebut, sebagaimana dikutip dari laporan media yang mengikuti agenda tersebut.
Tinggal Tujuh Titik Api
Berdasarkan laporan BPBD Riau dalam rapat tersebut, kondisi karhutla di Riau telah mengalami penurunan signifikan setelah dilakukan penanganan secara terpadu. Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal menyebut sejak Januari hingga Agustus 2026 terdapat 10.514 hotspot dan 521 titik yang telah berkembang menjadi titik kebakaran. Dari jumlah tersebut, tersisa tujuh titik api yang masih dalam penanganan per 23 Agustus 2026.
Tujuh titik tersebut tersebar di empat kabupaten, yakni satu titik di Pelalawan, dua titik di Indragiri Hilir, dua titik di Indragiri Hulu, dan dua titik di Kampar. Wilayah yang masih menjadi perhatian utama berada di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, serta Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.
Edy juga melaporkan luas lahan yang terbakar sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 16.277,50 hektare. Saat ini, luas area yang masih terbakar diperkirakan sekitar 900 hektare. Angka tersebut menunjukkan sebagian besar area yang sebelumnya terbakar telah berhasil ditangani oleh tim gabungan.
Prabowo meminta penanganan tidak berhenti pada pemadaman api. Ia mengingatkan aparat agar bergerak sejak munculnya hotspot sehingga titik panas tidak berkembang menjadi kebakaran. “Jangan nunggu sampai titik api, tolong masuk ke titik hotspot, segera ambil tindakan dini,” kata Prabowo.
Pangdam dan Kapolda Turun Langsung ke Lokasi
Kinerja Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau dalam penanganan karhutla juga terlihat dari keterlibatan langsung keduanya di lapangan. Pada 20 Agustus 2026, Herry Heryawan bersama Agus Hadi Waluyo melakukan patroli udara untuk memantau sejumlah titik panas di Riau. Setelah pemantauan dari udara, mereka turun langsung ke kawasan Kerumutan, Pelalawan, yang menjadi salah satu lokasi prioritas penanganan.
Tim gabungan kemudian melakukan penyemprotan, pembasahan, dan pendinginan untuk mencegah api kembali menyala. Penanganan melibatkan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya. Upaya kolaboratif tersebut sebelumnya juga ditegaskan dalam apel kesiapsiagaan karhutla Riau pada 10 Agustus 2026. Polda Riau menyebut kesiapan personel, peralatan, komunikasi, serta koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi karhutla.
Polda Riau Tetapkan 36 Tersangka
Selain pemadaman, penanganan karhutla juga dilakukan melalui penegakan hukum. Kapolda Riau Herry Heryawan melaporkan kepada Prabowo bahwa sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Polda Riau telah menangani 33 laporan polisi terkait karhutla dan menetapkan 36 tersangka. Luas lahan yang terbakar dalam perkara-perkara tersebut mencapai 806,57 hektare. Untuk periode 2025 hingga 2026, kepolisian mencatat 94 laporan polisi dengan total 106 tersangka.
Herry menyebut penegakan hukum dilakukan dengan pendekatan multi-door untuk memutus mata rantai kebakaran yang disebabkan aktivitas manusia. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla dari sisi pencegahan, pemadaman hingga penindakan terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab.
BNPB Sebut Karhutla Riau Masih Jadi Perhatian
Data pemerintah pusat sebelumnya juga menunjukkan tingginya luas area terbakar di Riau sepanjang 2026. BNPB mencatat luas lahan terbakar di Riau mencapai sekitar 15.676,72 hektare sejak 1 Januari hingga 12 Agustus 2026. Pemerintah kemudian terus memperkuat mitigasi melalui pemantauan, operasi modifikasi cuaca, pembangunan sumur bor, pipanisasi, serta dukungan distribusi air di wilayah yang menghadapi kekeringan.
Dengan kondisi karhutla yang kini lebih terkendali, Prabowo meminta seluruh jajaran tidak lengah. Tujuh titik api yang masih tersisa diminta segera dituntaskan agar tidak kembali meluas. Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah pusat siap memberikan dukungan tambahan apabila dibutuhkan dalam proses pemadaman.
Jika penanganan karhutla benar-benar tuntas, apresiasi yang disampaikan Prabowo kepada Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau berpotensi berlanjut pada kenaikan jabatan bagi keduanya.
( berbagai sumber)
