KAI Resmikan Rusun Subsidi di Manggarai: 4 Tipe Hunian untuk MBR, Harga Mulai Rp406 Juta

1787568682932

Proyek hunian vertikal di atas lahan KAI seluas 2,2 hektar ini menawarkan 3.784 unit dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), tepat di samping Stasiun Manggarai. (Foto: instagram)

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA–PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI secara resmi memulai pembangunan rumah susun (rusun) subsidi yang dikhususkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Proyek yang digarap di atas lahan milik KAI seluas 2,2 hektar ini menghadirkan empat pilihan tipe unit, mulai dari studio hingga hunian dengan tiga kamar tidur.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan, variasi unit disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan ruang yang berbeda bagi calon penghuni. Keempat tipe tersebut meliputi studio seluas 28 meter persegi, tipe 36 dengan dua kamar tidur, tipe 45 dengan dua kamar tidur, serta tipe 52 yang merupakan unit terluas dengan tiga kamar tidur.

“Variasi unit mulai dari Studio (ukuran 28 meter persegi), Tipe 36 (2 kamar tidur), dan Tipe 45 (2 kamar tidur). Dengan variasi Tipe 36, Tipe 45, serta Tipe 52 (3 kamar tidur),” ujar Bobby dalam acara groundbreaking Hunian Manggarai, Jumat (21/8/2026). Khusus untuk tipe 52, unit ini hanya tersedia di Blok F dan menjadi pilihan terbesar yang ditawarkan dalam proyek tersebut.

Harga dan Skema Pembiayaan

Pemerintah telah menetapkan batas atas harga jual rusun subsidi di lokasi ini sebesar Rp 14,5 juta per meter persegi. Angka ini mempertimbangkan lokasi proyek yang berada di jantung Kota Jakarta. Dengan patokan harga tersebut, perkiraan harga maksimal untuk masing-masing tipe adalah:· Tipe 28: sekitar Rp 406 juta· Tipe 36: sekitar Rp 522 juta· Tipe 45: sekitar Rp 652,5 juta· Tipe 52: sekitar Rp 754 juta.

Meski demikian, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryanti menegaskan bahwa angka tersebut merupakan batas atas, sehingga harga jual yang ditawarkan kepada masyarakat masih memungkinkan berada di bawah kisaran tersebut.

Untuk pembiayaan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan skema KPR dengan bunga tetap 6 persen per tahun flat hingga masa kredit berakhir. Tenor KPR pun dapat diperpanjang hingga 40 tahun sesuai regulasi terbaru.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu memperkirakan besaran cicilan akan berada di atas Rp 1 juta per bulan, lebih tinggi dibandingkan KPR FLPP yang umumnya di bawah Rp 1 juta. Hal ini disebabkan oleh nilai properti yang lebih tinggi karena lokasinya di tengah kota.

Syarat dan Target Pembeli

Rusun subsidi Manggarai diperuntukkan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria MBR sesuai Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Nomor 5 Tahun 2025. Dalam aturan tersebut, DKI Jakarta dan wilayah Jabodetabek masuk dalam zona 4 dengan batas penghasilan maksimal Rp 12 juta per bulan bagi yang belum menikah dan Rp 14 juta bagi yang sudah menikah.

Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menekankan bahwa unit hanya boleh dimiliki oleh pembeli rumah pertama dan tidak boleh ada pihak yang membeli lebih dari satu unit. “Ini bukan untuk yang di atas ya, ini bukan untuk orang kaya atau menengah ke atas, ini untuk menengah ke bawah,” tegas Hashim dalam acara groundbreaking.

Konsep TOD dan Target Pembangunan

Proyek Hunian Manggarai dibangun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), mengingat lokasinya yang bersebelahan dengan Stasiun Manggarai. Secara keseluruhan, proyek ini akan terdiri dari delapan tower dengan ketinggian 24 lantai, menyediakan total 3.784 unit hunian.

Rincian pembagian tower adalah sebagai berikut:· Blok G: 3 tower dengan total 1.276 unit· Blok F: 5 tower dengan total 2.508 unit. Kawasan hunian juga akan dilengkapi dengan 150 unit ritel pendukung untuk menunjang aktivitas penghuni. Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 18 bulan sejak groundbreaking, yang berarti diperkirakan rampung pada pertengahan tahun 2028.

BTN akan mulai membuka pendaftaran minat melalui aplikasi bank digital Bale pada akhir bulan ini. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyebutkan bahwa proyek serupa juga akan dikembangkan di sejumlah kota lain seperti Bandung, Yogyakarta, Semarang, Medan, dan Surabaya dengan memanfaatkan lahan milik KAI.

(berbagai sumber)