Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026 Setelah Tampil Dominan di Final

gauff juara

Petenis putri Amerika Serikat (AS) Coco Gauff berpose dengan trofi usai menjuarai ajang WTA 1000 Cincinnati Open 2026 di Cincinnati, AS, Senin (24/8/2026). (Foto: Cincinnati Open)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA — Coco Gauff kembali mengangkat trofi Cincinnati Open. Petenis Amerika Serikat itu menaklukkan rekan senegaranya, Jessica Pegula, dengan skor 6-2, 6-4 pada final WTA 1000 Cincinnati Open 2026 di Cincinnati, Amerika Serikat, Senin (24/8/2026) WIB.

Gelar tersebut terasa spesial bagi Gauff. Petenis berusia 22 tahun itu kembali menjadi juara Cincinnati setelah terakhir kali meraih trofi pada 2023.

Kemenangan kali ini juga menjadi gelar WTA Tour pertama Gauff pada 2026. Sebelumnya, ia menutup musim 2023 dengan catatan luar biasa setelah menjuarai Cincinnati Open dan kemudian merebut gelar Grand Slam pertamanya di US Open.

“Saya rasa ini merupakan perjalanan yang panjang, tetapi saya bahagia. Menurut saya, pemain yang saya sekarang benar-benar berbeda dengan saya tahun lalu,” kata Gauff seperti dikutip dari WTA.

Sejak awal pertandingan, Gauff langsung menunjukkan dominasinya. Ia tidak pernah membiarkan Pegula memimpin dan bahkan sempat unggul telak 5-0 dalam waktu kurang dari 30 menit.

Pegula kemudian mencoba bangkit. Gauff sempat gagal mengakhiri pertandingan ketika sudah unggul 6-2, 5-2 sehingga laga berlanjut.

Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Gauff langsung merespons dengan mematahkan servis Pegula tanpa kehilangan satu poin pun hingga akhirnya memastikan kemenangan dalam waktu 1 jam 14 menit.

Catatan Gauff sepanjang Cincinnati Open 2026 juga sangat impresif. Setelah kehilangan set pertama ketika menghadapi Liudmila Samsonova pada pertandingan pembuka, Gauff kemudian menyapu bersih 12 set berikutnya.

Dalam rangkaian tersebut, Gauff hanya kehilangan 32 gim sebelum mencapai podium juara.

Gabung Serena Williams dan Victoria Azarenka

Keberhasilan Gauff menjuarai Cincinnati untuk kedua kalinya membuat namanya masuk dalam daftar elite. Ia kini bergabung dengan Serena Williams dan Victoria Azarenka sebagai petenis putri yang sudah dua kali memenangkan turnamen WTA 1000 Cincinnati.

Pada partai final, Gauff juga tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Ia memenangkan 65 persen poin dari servis pertama, sedangkan Pegula hanya mencatatkan 47 persen.

Gauff juga mampu mengonversi lima dari enam peluang break point yang didapatkannya sepanjang pertandingan.

Gelar Cincinnati Open menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Gauff menjelang US Open 2026. Meski demikian, ia tidak menganggap kemenangan tersebut sebagai jaminan bakal kembali meraih hasil terbaik di New York.

“Saya merasa semakin percaya diri dalam mempercayai kerja keras yang sudah saya lakukan dan latihan yang saya jalani di setiap pertandingan,” ujar Gauff.

Menurut Gauff, pengalaman menghadapi sejumlah pertandingan sulit di Cincinnati akan menjadi modal penting ketika tampil di Grand Slam berikutnya.

“Mengetahui bahwa saya mampu melewati pertandingan-pertandingan ini akan sangat membantu. Di New York tentu akan sulit, tetapi saya tahu kualitas kemenangan yang saya raih pekan ini,” katanya.

Gauff tetap berhati-hati dalam menatap US Open. Baginya, keberhasilan di Cincinnati bukan ukuran pasti untuk menentukan hasil di New York.

“Saya tidak berpikir ini merupakan indikator bahwa saya akan tampil bagus di New York. Namun, dengan mengetahui kualitas pertandingan yang saya jalani pekan ini, semoga saya bisa menggunakan pengalaman tersebut,” tutur Gauff.

Trofi Cincinnati Open 2026 pun menjadi bekal berharga bagi Gauff untuk menghadapi tantangan di US Open sekaligus membuktikan bahwa dirinya kembali berada dalam kepercayaan diri terbaik.

(Sumber: WTA)