Kemendikdasmen Buka Lagi Beasiswa S1/D4 untuk Guru, 32.828 Peserta Difasilitasi

bu guru jilbab ajar siswa berjilbab

Kesempatan guru untuk meningkatkan kualifikasi akademik kembali terbuka. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) memfasilitasi 32.828 guru melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana (S-1)/Diploma Empat (D-4) pada 2026. (Foto ilustrasi guru mengajar oleh Humas Kemendikdasmen)

GEBRAK.ID, JAKARTA — Kesempatan guru untuk meningkatkan kualifikasi akademik kembali terbuka. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) memfasilitasi 32.828 guru melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana (S-1)/Diploma Empat (D-4) pada 2026.

Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Kemitraan itu diperkuat lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru Gelombang 3 di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru di seluruh Indonesia. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nunuk Suryani menyatakan, peningkatan kualitas guru memiliki peran penting dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

“Bangsa yang maju ditentukan oleh seberapa baik kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pendidikan merupakan kunci penting dalam membangun manusia Indonesia, terutama ditentukan dengan kualitas gurunya,” ujar Nunuk.

Menurutnya, kesempatan memperoleh kualifikasi akademik harus terbuka bagi seluruh guru, termasuk mereka yang menghadapi keterbatasan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Kualifikasi bukanlah mimpi. Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Mendikdasmen membuka kesempatan bagi guru-guru yang memiliki keterbatasan untuk bisa belajar di perguruan tinggi,” tegas Nunuk.

Nunuk menjelaskan, pemerintah juga merancang program tersebut agar guru tetap dapat menjalankan tugasnya di sekolah selama mengikuti perkuliahan. LPTK penyelenggara menyediakan skema perkuliahan fleksibel sehingga peserta dapat melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan sekolah dan murid-muridnya.

Pada Gelombang 3 tahun 2026, tercatat 45.660 guru mendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32.828 guru mendapat fasilitasi untuk mengikuti program.

Peserta terdiri atas 25.936 guru dan pendidik PAUD, 3.278 guru SD, 3.391 guru mata pelajaran jenjang SMP, SMA, dan SMK, serta 223 guru SLB.

Program tersebut melibatkan 127 LPTK. Sebanyak 35 LPTK di antaranya baru bergabung dan turut mendukung pemenuhan kualifikasi akademik guru pada tahun ini.

Nunuk menyebut kemitraan dengan perguruan tinggi sebagai bentuk gotong royong untuk menjawab tantangan peningkatan kualitas guru.

“Perjanjian kerja sama yang dilakukan bersama Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan merupakan salah satu bentuk gotong royong dalam memajukan pendidikan. Dengan semangat kolaboratif dan bersinergi, bergerak bersama memajukan pendidikan melalui peningkatan kualitas guru,” kata Nunuk.

Pemenuhan kualifikasi S-1/D-4 juga membuka peluang bagi guru untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu sekaligus memperoleh sertifikasi pendidik.

Pada 2026, sebanyak 8.900 guru ditargetkan menyelesaikan Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik Gelombang 1 melalui skema afirmasi. Setelah itu, mereka dapat melanjutkan ke program PPG.

Nunuk mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari kepemilikan ijazah. Pemerintah berharap peningkatan kualifikasi tersebut ikut mendorong peningkatan mutu pembelajaran yang dirasakan langsung oleh murid.

“Program ini bukan hanya memenuhi tuntutan regulasi, tetapi lebih jauh mendukung upaya dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Tak hanya kualifikasi yang terpenuhi, namun juga meningkatnya kompetensi guru dalam melaksanakan proses belajar dan mengajar di kelas,” pesan Nunuk.

Sementara itu, Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (Dir. Guru PAUD dan PNF) Kemendikdasmen Saiful Bari mengapresiasi dukungan LPTK yang membuka akses peningkatan kualifikasi bagi para guru.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan penyelenggara Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru atas dukungan dan kerja samanya. Kehadiran Ibu/Bapak hari ini menunjukkan komitmen kita bersama untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi semua anak Indonesia,” ungkap Saiful.

Saiful menambahkan, peningkatan kualifikasi guru berdampak lebih luas karena berkaitan langsung dengan kualitas layanan pendidikan yang diterima murid.

“Berdasarkan data Dapodik, sebanyak 174.520 guru belum memenuhi kualifikasi akademik S-1/D-4, dan sebagian besar berasal dari Guru PAUD dan SD. Artinya, ratusan ribu anak didik kita masih belajar bersama guru yang perlu kita dukung untuk meningkatkan kompetensinya,” pungkas Saiful.

(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)