Dwikorita Dorong BMKG Digabung dengan PVMBG, Bukan Badan Geologi: Ini Alasannya
Mantan Kepala BMKG menilai integrasi hanya perlu mencakup unit kebencanaan, bukan seluruh Badan Geologi, untuk mencegah duplikasi tugas dan mempercepat peringatan dini bencana. (Foto: Dwikorita/Wikipedia).
GEBRAK.ID,YOGYAKARTA — Mantan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof. Dwikorita Karnawati merespons wacana penggabungan BMKG dengan Badan Geologi yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan lebih sepakat apabila BMKG disatukan dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), bukan seluruh Badan Geologi.
“BMKG itu sudah mengajukan usulan agar bukan Badan Geologi, tapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi itu bisa disatukan ke dalam BMKG,” ujar Dwikorita dalam diskusi di UGM, Rabu (9/9/2026).
Usulan ini, menurut Dwikorita, telah disampaikan sejak tsunami Selat Sunda 2018 dan kembali diulang pada 2023. Ia menjelaskan, pemisahan fasilitas pemantauan gunung api yang berada di PVMBG dengan sistem peringatan dini di BMKG membuat proses analisis tidak optimal.
“Kami tidak bisa mengeluarkan peringatan dini karena semua fasilitas monitoring ada di Pusat Vulkanologi. Tapi peringatan dininya di kami. Kami tidak bisa melakukan analisis,” jelas dia.
Dwikorita mencontohkan model di Jepang di mana Japan Meteorological Agency (JMA) menangani gempa, tsunami, gunung api, hingga cuaca dalam satu lembaga sehingga respons bencana lebih cepat. Ia menegaskan integrasi tidak perlu mencakup seluruh Badan Geologi karena lembaga itu juga menangani air tanah, mineralogi, dan energi.
“Kalau itu semua dimasukkan BMKG, malah BMKG lupa tugas utamanya. Ambil saja yang tentang bencana,” tegasnya.
Sinyal Dukungan dan Catatan DPR
Sebelumnya, Presiden Prabowo mempertimbangkan penggabungan BMKG dan Badan Geologi dalam rapat penanganan bencana, Senin (7/9/2026). Sekretaris Utama BMKG Guswanto menyatakan siap mengikuti arahan presiden untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
Baca juga: Prabowo Wacanakan BMKG dan Badan Geologi Digabung, Ini Alasannya
Wacana ini mendapat tanggapan beragam di DPR RI. Ketua Komisi V DPR Lasarus mendukung penggabungan dengan alasan efektivitas dan efisiensi koordinasi. Ketua Komisi XII Melchias Markus Mekeng juga memberikan sinyal hijau.
Namun, Ketua DPR Puan Maharani meminta pengkajian mendalam. Anggota Komisi V DPR Sofwan Dedy Ardyanto mengingatkan agar pemerintah tidak tergesa-gesa karena tugas kedua lembaga berbeda, serta menyarankan peleburan difokuskan pada PVMBG.
(Dinar K/berbagai sumber)
