15 Talenta LDI 2026 Dibawa ke Level Internasional, 3 Terbaik Bakal Tampil di Malaysia
Kemendikdasmen melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan International Global Network (IGN) melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pengembangan talenta Lomba Debat Indonesia (LDI) melalui program Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) di Jakarta, Rabu (9/9/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID — Prestasi di Lomba Debat Indonesia (LDI) 2026 tidak berhenti setelah kompetisi tingkat nasional berakhir. Sebanyak 15 talenta terbaik dari cabang Debat Bahasa Inggris mendapat kesempatan melanjutkan pembinaan untuk membuka jalan menuju panggung internasional.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menggandeng International Global Network (IGN) dalam pengembangan talenta tersebut. Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pengembangan talenta LDI melalui program Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN).
Program tersebut memberikan pembinaan lanjutan kepada 15 Best Speakers LDI 2026. Setelah mengikuti rangkaian pelatihan dan pembinaan, tiga peserta terbaik akan dipilih untuk menjadi delegasi Indonesia pada AYIMUN 24 Malaysia yang dijadwalkan berlangsung pada 15-18 Januari 2027.
Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan, pembinaan talenta harus memiliki keberlanjutan sehingga prestasi di tingkat nasional tidak menjadi akhir perjalanan peserta.
“Yang pertama adalah kolaborasi. Selanjutnya adalah berkelanjutan, sehingga apa yang dihasilkan di tingkat nasional, anak-anak yang menjadi juara di tingkat nasional, perlu dipikirkan untuk jangka panjangnya. What next untuk kalian?” ujar Irene di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Menurut Irene, peserta perlu memperoleh pengalaman lebih luas setelah melewati kompetisi nasional. Dengan kesempatan tersebut, para talenta diharapkan dapat mengembangkan kemampuan sekaligus membawa pengalaman internasional ketika kembali ke Indonesia.
“Harapannya, setelah mendapatkan pengalaman dan kesempatan yang lebih luas, mereka dapat kembali ke Indonesia dan memberikan kontribusi untuk Indonesia,” kata Irene.
Irene juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pengembangan talenta yang inklusif. Proses tersebut, kata dia, harus dimulai dari sekolah, kabupaten/kota, hingga tingkat nasional agar potensi dari berbagai daerah mendapat kesempatan berkembang.
“Selanjutnya adalah inklusivitas. Pengembangan talenta harus dimulai dari sekolah, kabupaten/kota, dan berbagai daerah. Anak-anak yang hadir di sini merupakan mereka yang telah melalui proses dan menunjukkan prestasinya hingga tingkat nasional,” jelas Irene.
Selain prestasi, Puspresnas juga menaruh perhatian pada pembentukan karakter dan kemampuan berpikir kritis. Irene menilai kedua aspek tersebut menjadi fondasi penting agar talenta mampu berkembang dalam jangka panjang.
“Kami mengupayakan agar pembinaan dan penemuan prestasi dijalankan secara utuh, tidak semata-mata mengejar prestasi. Karena sering kali prestasi, ketika tidak didukung dengan karakter yang kuat dan critical thinking yang baik, hasilnya tidak akan berkembang secara optimal,” ujar Irene.
President of International Global Network Muhammad Fahrizal menyambut kerja sama tersebut sebagai langkah awal untuk memperluas ruang pengembangan talenta muda Indonesia.
“Kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak muda di Indonesia agar prestasi mereka tidak berhenti di tingkat nasional. Kami berharap dapat mendampingi mereka untuk melangkah ke tingkat internasional,” kata Fahrizal.
LDI 2026 menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen memperkuat kemampuan komunikasi, argumentasi, berpikir kritis, kepemimpinan, dan karakter murid. Tahun ini, pendaftar LDI mencapai 17.115 peserta, meningkat 34 persen dibandingkan 2025 yang berjumlah 12.780 peserta.
Dengan pembinaan lanjutan tersebut, perjalanan 15 talenta LDI 2026 kini memasuki tahap baru. Mereka tidak hanya dituntut mempertahankan prestasi, tetapi juga membuktikan kemampuan membawa gagasan Indonesia ke forum internasional.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
