Kemdiktisaintek Luncurkan SatuBeasiswa: 71 Program Beasiswa Kini Terhimpun dalam Satu Portal

Kemdiktisaintek luncurkan layanan Satu Beasiswa cegah duplikasi data

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kedua kiri) dan Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Perguruan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Sandro Mihradi (kanan) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/9/2026). (Foto: Tangkapan layar Antara)

GEBRAK.ID, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan layanan digital SatuBeasiswa Indonesia untuk memudahkan masyarakat menemukan informasi bantuan pendidikan sekaligus mencegah terjadinya penerimaan beasiswa secara ganda.

Platform tersebut menghimpun informasi berbagai program beasiswa dari pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan, yayasan, hingga lembaga lainnya dalam satu ekosistem. Berdasarkan pencatatan per 15 September 2026, sebanyak 71 program beasiswa telah siap ditampilkan kepada publik.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, kehadiran SatuBeasiswa merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan tinggi dengan melibatkan berbagai pihak.

“Ini adalah inisiatif dari pemerintah untuk mengajak seluruh sektor bahu-membahu, bergotong-royong, bersama-sama membantu anak-anak bangsa yang memang membutuhkan beasiswa,” kata Brian dalam kegiatan Sarasehan Mitra Beasiswa di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Menurut Brian, selama ini pencari maupun penyedia beasiswa menghadapi persoalan karena belum tersedia informasi yang komprehensif mengenai program pendanaan pendidikan. Kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan ketidaktepatan sasaran.

Brian mencontohkan, seorang mahasiswa bisa saja menerima bantuan dari beberapa sumber sekaligus, sementara mahasiswa lain yang membutuhkan justru belum memperoleh pendanaan.

“Karena kadang-kadang mungkin ada perusahaan memberi beasiswa, kampus memberi beasiswa, pemerintah pusat memberi beasiswa, pemda memberi beasiswa, khawatir justru mahasiswanya sama misalnya,” ujar Brian.

SatuBeasiswa tidak mengambil alih pengelolaan dana dari masing-masing mitra. Platform ini berfokus pada penyediaan dan penyebarluasan informasi agar pencari beasiswa dapat menemukan program yang sesuai dengan profil serta kebutuhannya.

Portal tersebut juga menyediakan fitur pencocokan antara pencari dan pemberi beasiswa. Informasi yang tersedia mencakup jenjang pendidikan, lokasi studi, bentuk pendanaan, kuota, persyaratan, hingga jadwal pendaftaran.

Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Perguruan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek Sandro Mihradi mengatakan, pengembangan platform akan terus dilakukan seiring bertambahnya mitra yang bergabung.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh perwakilan pemerintah negara sahabat, kementerian dan lembaga pemerintah daerah, perguruan tinggi, mitra filantropi, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi,” kata Sandro.

Saat ini, SatuBeasiswa telah memuat beragam program dengan sasaran berbeda. Salah satunya beasiswa untuk mahasiswa S1, sementara program lain mencakup jenjang D3 hingga S3. Beberapa program juga memberikan bantuan biaya hidup maupun biaya pendidikan.

Kemdiktisaintek sebelumnya juga mengelola berbagai program beasiswa untuk pendidikan tinggi, termasuk Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia. Informasi program tersebut dikelola melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi.

Dengan hadirnya SatuBeasiswa, informasi mengenai peluang pendanaan pendidikan diharapkan semakin mudah ditemukan dan dapat membantu calon penerima mengakses beasiswa yang sesuai tanpa harus mencari informasi dari banyak platform secara terpisah.

(Devona R/Sumber: Kemendiktisaintek)