Dulu Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Kini Jokowi Bilang “Pemilu Masih Jauh”
Presiden Prabowo Subianto tampak ngobrol dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sembari membelakangi Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di sela peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). (Foto: dok)
GEBRAK.ID, SOLO — Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) belum kembali menegaskan dukungan terhadap pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Ia justru meminta semua pihak memusatkan perhatian pada pekerjaan di bidang pemerintahan maupun politik. “Pemilu masih jauh,” kata Jokowi saat menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan Prabowo-Gibran kembali berpasangan pada Pilpres 2029, dikutip dari video pemberitaan, Jumat (9/10/2026).
Jokowi menekankan bahwa pembicaraan mengenai kontestasi politik mendatang tidak seharusnya menggeser perhatian dari pekerjaan yang sedang berjalan. Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena sebelumnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara terbuka menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan pemerintahan Prabowo-Gibran untuk periode kedua.
Jokowi Minta Semua Pihak Fokus Bekerja
Saat ditanya kembali mengenai Pemilu 2029, Jokowi menegaskan bahwa waktu pelaksanaannya masih cukup jauh. Ia meminta seluruh pihak, baik yang bergerak di pemerintahan maupun politik, tetap mengutamakan kepentingan masyarakat. “Masih Jauh 2029. Semuanya kerja dulu. Entah kerja politik, entah kerja pemerintah di pemerintahan. Kerja untuk rakyatlah semuanya,” ujar dia.
Pernyataan tersebut belum secara eksplisit menyatakan bahwa Jokowi menarik dukungan terhadap Prabowo-Gibran. Namun, ia juga belum memberikan penegasan baru mengenai komitmen mengusung pasangan tersebut untuk periode kedua. Sikap itu membuat arah dukungan politik menuju Pilpres 2029 tetap menjadi perhatian, terutama karena peta koalisi dan keputusan pencalonan masih dapat berkembang.
Jokowi Percaya KPU dan Bawaslu
Selain ditanya mengenai dukungan politik, Jokowi menanggapi persoalan persyaratan pendidikan Gibran yang menjadi perbincangan publik dalam kaitannya dengan peluang pencalonan pada 2029.
Baca Juga
Jokowi menilai penentuan kelayakan seseorang untuk mengikuti pemilu harus mengacu pada kewenangan dan mekanisme lembaga yang berwenang. “Semuanya ada yang memiliki kewenangan untuk memutuskan itu. KPU, ada kita punya Bawaslu, semuanya ada. Semuanya ada mekanismenya dan semuanya ada lembaga yang memiliki kewenangan untuk itu. Pemilu masih jauh,” ujar dia.
Pernyataan tersebut menempatkan persoalan persyaratan pencalonan dalam ranah mekanisme hukum dan kepemiluan, bukan semata-mata keputusan atau dukungan politik dari tokoh tertentu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan pemilu, sedangkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menjalankan fungsi pengawasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
PSI Dukung Dua Periode Prabowo-Gibran
Sikap terbaru Jokowi menjadi perhatian karena sebelumnya sejumlah tokoh PSI menyatakan dukungan terhadap pasangan Prabowo-Gibran untuk melanjutkan pemerintahan hingga periode kedua.
Ketua DPP PSI Bestari Barus, berdasarkan informasi dalam bahan pemberitaan, menyatakan partainya tetap mengusung Prabowo-Gibran. Ia juga menyebut Jokowi sebagai panutan politik PSI yang memberikan arahan untuk menyukseskan keberlanjutan pemerintahan tersebut.
Dalam konteks itu, aktivitas konsolidasi politik Jokowi bersama PSI, termasuk safari politik ke berbagai provinsi, sebelumnya dikaitkan dengan upaya memperkuat dukungan bagi pasangan Prabowo-Gibran. Namun, dukungan yang disampaikan PSI tidak serta-merta menjadi keputusan final koalisi untuk Pilpres 2029. Keputusan pencalonan akan bergantung pada dinamika politik, sikap partai-partai, serta proses dan ketentuan pemilu yang berlaku.
Arah Politik Menuju Pilpres 2029 Masih Terbuka
Pernyataan Jokowi menunjukkan bahwa ia memilih menekankan pentingnya pekerjaan untuk masyarakat daripada memberikan penegasan mengenai pasangan calon untuk Pemilu 2029 pada saat ini.
Karena itu, pernyataan tersebut lebih tepat dipahami sebagai sikap yang belum memberikan kepastian baru mengenai dukungan dua periode, bukan sebagai bukti bahwa Jokowi telah resmi mengubah atau menarik dukungan politiknya.
Dengan waktu menuju Pilpres 2029 yang masih panjang, arah koalisi dan dukungan terhadap pasangan Prabowo-Gibran masih berpotensi mengalami perkembangan. Pernyataan para tokoh politik dan keputusan resmi partai akan menjadi faktor penting untuk melihat bagaimana peta pencalonan terbentuk. (*)
(Zaky Al Hamzah/bloombergtechnoz)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID