Ini 6 Bidang Kuliah Paling Relevan untuk Karier AI, Sejumlah Kampus di Indonesia Sudah Siap

Berdasarkan analisis tren industri, proyeksi gaji, dan kebutuhan ketenagakerjaan global, terdapat sejumlah bidang studi yang dinilai paling relevan untuk era ekonomi berbasis AI. (Foto: Ilustrasi/AI)
 
JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan telah mengubah peta dunia kerja secara global. World Economic Forum memprediksi jutaan pekerjaan akan tergantikan oleh otomatisasi. Namun di sisi lain, AI justru membuka peluang karier baru bagi lulusan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi tepat.

Kini, pertanyaan utama bagi calon mahasiswa bukan lagi apakah AI akan mengubah pasar kerja, melainkan jurusan apa yang mampu membekali mereka agar dapat berkolaborasi dengan AI. Berdasarkan analisis tren industri, proyeksi gaji, dan kebutuhan ketenagakerjaan global, terdapat sejumlah bidang studi yang dinilai paling relevan untuk era ekonomi berbasis AI.

Pertama, Human-Computer Interaction (HCI). Bidang ini memadukan psikologi, desain, dan ilmu komputer untuk menciptakan teknologi yang ramah pengguna. Peran seperti UX researcher dan product designer tetap krusial karena empati dan pengalaman manusia tidak bisa digantikan mesin.

Kedua, ilmu kognitif yang mengkaji cara manusia berpikir dan mengambil keputusan. Keilmuan ini penting dalam pengembangan AI yang etis dan berorientasi manusia, dengan peluang karier seperti AI ethics specialist dan human factors consultant.

Ketiga, ilmu komunikasi. Di tengah banjir konten berbasis AI, kemampuan membangun kepercayaan, membaca konteks sosial, dan menyusun strategi komunikasi tetap bernilai tinggi, terutama di bidang pemasaran digital dan manajemen krisis.

Keempat, kesehatan masyarakat. AI membantu analisis data kesehatan, tetapi keputusan strategis tetap membutuhkan pemahaman sosial dan etika. Profesi seperti epidemiolog dan analis kebijakan kesehatan diperkirakan terus dibutuhkan.

Kelima, kewirausahaan. Bidang ini melatih kreativitas, intuisi, dan keberanian mengambil risiko—kualitas manusia yang sulit ditiru algoritma.

Keenam, teknologi pendidikan. Transformasi pembelajaran digital membuat peran guru dan perancang sistem pembelajaran semakin penting, meski didukung AI.

Di Indonesia, sejumlah kampus telah membuka jurusan dan fakultas terkait AI, antara lain ITS, Binus University, Universitas Airlangga, UGM, USK, USU, hingga Universitas Pelita Harapan. Hal ini menandakan kesiapan pendidikan tinggi nasional menyambut era AI.
 

Daftar kampus di Indonesia yang sudah menyediakan jurusan bahkan fakultas terkait AI:

- Jurusan Rekayasa Kecerdasan AI (S1) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya
- Jurusan Artificial Intelligence (S1) di Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta
- Jurusan Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (S1) di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya
- Jurusan Kecerdasan Artificial (S2) di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta
- Jurusan Kecerdasan Buatan (S2) di Universitas Syiah Kuala
- Jurusan Sains dan Kecerdasan buatan (S2) di Universitas Sumatera Utara
- Faculty of Artificial Intelligence (FAI) di Universitas Pelita Harapan.

(end)

Posting Komentar untuk "Ini 6 Bidang Kuliah Paling Relevan untuk Karier AI, Sejumlah Kampus di Indonesia Sudah Siap"