![]() |
| Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti (tengah), saat Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1/2026). (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen) |
JAKARTA -- Kinerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sepanjang 2025 patut diacungi jempol. Pengelolaan anggaran dinilai sangat baik, tepat sasaran, dan berdampak langsung ke dunia pendidikan. Tak hanya itu, tingkat kepuasan para pemangku kepentingan pun ikut meningkat.
Capaian tersebut disampaikan langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Dalam pemaparannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa anggaran negara benar-benar dioptimalkan untuk mendukung prioritas pendidikan nasional.
“Pelaksanaan program dan kegiatan sepanjang 2025 menunjukkan hasil nyata, mulai dari meningkatnya akses pendidikan usia 7–18 tahun, layanan PAUD, kualitas lingkungan belajar, hingga kebekerjaan lulusan vokasi,” ujar Mendikdasmen.
Salah satu sorotan utama datang dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Program pembangunan dan revitalisasi sekolah yang semula menargetkan 10.440 satuan pendidikan, justru melesat hingga menjangkau 16.167 sekolah di berbagai daerah. Dampaknya tak main-main: dana konstruksi terserap di 5.273 kecamatan, menggerakkan lebih dari 28 ribu UMKM, dan membuka lapangan kerja bagi sekitar 192 ribu tenaga kerja.
Tak kalah menarik, transformasi digital di sekolah juga terus dipacu. Sepanjang 2025, Kemendikdasmen menyalurkan papan interaktif digital, laptop, dan diska keras eksternal ke 288.865 satuan pendidikan. Akses internet pun diperluas ke lebih dari 8.000 sekolah, disusul dukungan listrik untuk ribuan satuan pendidikan lainnya.
Di sisi peserta didik, Program Indonesia Pintar (PIP) masih menjadi andalan. Sekitar 19 juta siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin tercatat menerima manfaat program ini. Sementara di jenjang SMA/SMK, lebih dari 3,4 juta siswa telah mengikuti Tes Kemampuan Akademik. Upaya penguatan karakter juga digencarkan melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) yang kini diterapkan di lebih dari 170 ribu satuan pendidikan.
Perhatian terhadap kesejahteraan guru pun tak luput dari fokus. Berbagai tunjangan disalurkan kepada ratusan ribu guru non-ASN, mulai dari Tunjangan Profesi Guru, Tunjangan Khusus Guru, insentif, hingga Bantuan Subsidi Upah bagi guru PAUD nonformal.
“Kami pastikan tunjangan guru ASN daerah disalurkan langsung ke rekening guru, tanpa perantara,” tegas Mendikdasmen.
Dalam hal peningkatan kualitas, lebih dari 800 ribu guru telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Puluhan ribu guru dan fasilitator juga mendapat pelatihan, termasuk pengajaran coding, kecerdasan buatan, Bahasa Inggris, hingga kepemimpinan sekolah. Pemerintah bahkan menargetkan 12.500 guru menyelesaikan peningkatan kualifikasi S1/D4 pada 2026.
Tak hanya di dalam negeri, capaian Kemendikdasmen juga terasa di level global. Pada November 2025, Bahasa Indonesia untuk pertama kalinya digunakan secara resmi dalam pidato Sidang Umum UNESCO di Samarkand, Uzbekistan. Momen ini menandai Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 UNESCO—sebuah pencapaian bersejarah.
Apresiasi pun mengalir dari DPR. Anggota Komisi X dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan Tan, menyebut realisasi anggaran Kemendikdasmen sangat membanggakan, terutama keberhasilan PIP yang menjangkau 19 juta siswa.
Sementara itu, Fraksi Partai NasDem melalui Furtasan Ali Yusuf menilai program revitalisasi sekolah sebagai langkah kreatif di tengah tuntutan efisiensi. “Efisien, tapi hasilnya tetap maksimal. Ini yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Dengan sederet capaian tersebut, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus menjaga akuntabilitas anggaran sekaligus menghadirkan kebijakan pendidikan yang inklusif dan berdampak nyata. Fokusnya satu: memastikan setiap rupiah anggaran pendidikan benar-benar kembali ke ruang kelas dan masa depan generasi muda Indonesia.
(***)

Posting Komentar untuk "Kinerja Anggaran Kemendikdasmen 2025 Dinilai Sangat Baik, Perkuat Akses dan Mutu Pendidikan Nasional"