KEBUMEN -- Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digulirkan pemerintah mulai menunjukkan dampak nyata di daerah. Di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, rehabilitasi fasilitas sekolah tak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali semangat belajar anak-anak.
Salah satu sekolah yang merasakan langsung manfaat program tersebut adalah SDN 2 Jatisari. Rehabilitasi perpustakaan sekolah menjadi titik balik dalam upaya memperkuat budaya literasi sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi siswa.
Kepala SDN 2 Jatisari, Musiyati, menyatakan bahwa kehadiran perpustakaan yang lebih layak membuat siswa kembali antusias membaca dan belajar.
“Rehabilitasi perpustakaan tidak hanya menghidupkan ruang, tetapi juga menghidupkan semangat belajar dan memperkuat budaya literasi siswa,” ujar Musiyati, Senin (26/1/2026).
Musiyati menambahkan, kondisi fisik sekolah yang kini lebih representatif turut mendorong proses pembelajaran yang lebih berkualitas dan berpusat pada kebutuhan murid.
“Sekolah kami sekarang lebih kokoh dan mendukung pembelajaran yang aktif, interaktif, dan menyenangkan bagi anak-anak,” kata Musiyati.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat nyata bagi sekolah-sekolah di daerah. “Program ini mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih layak dan mendukung tumbuh kembang anak-anak secara optimal,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti yang meresmikan hasil revitalisasi 61 satuan pendidikan di Kabupaten Kebumen. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
“Kami mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah dan satuan pendidikan. Revitalisasi ini tidak hanya menyelesaikan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi murid dan guru,” ujar Abdul Mu’ti saat berkunjung ke SDN 2 Jatisari, Senin (26/1/2026).
Menurut Abdul Mu'ti, ruang belajar yang layak menjadi fondasi utama dalam transformasi pendidikan. “Kalau ingin membangun pendidikan, mulailah dari ruang kelas. Lingkungan belajar yang baik akan mendorong pembelajaran yang lebih bermakna,” jelasnya.
Tak hanya di Kebumen, manfaat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan juga dirasakan oleh sekolah-sekolah di Kabupaten Banjarnegara. Sepanjang 2025, sebanyak 28 satuan pendidikan lintas jenjang di wilayah tersebut menerima bantuan revitalisasi dan seluruh pengerjaan diselesaikan tepat waktu.
Kepala SMPN 2 Wanadadi, Neti Rochmah Eruwati, mengatakan revitalisasi sarana prasarana berdampak langsung pada kenyamanan dan suasana belajar di sekolah. “Sekolah menjadi lebih layak dan menyenangkan untuk belajar. Kami juga melibatkan warga sekitar, sehingga tumbuh rasa memiliki untuk menjaga fasilitas yang ada,” ujarnya.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menilai keberhasilan pelaksanaan program di Banjarnegara mencerminkan kesiapan satuan pendidikan dan kuatnya dukungan pemerintah daerah.
“Kami mengapresiasi sekolah dan pemerintah daerah yang memanfaatkan bantuan revitalisasi secara optimal sehingga benar-benar berdampak pada peningkatan mutu layanan pembelajaran,” kata Abdul Mu'ti.
Abdul Mu'ti menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada tahun-tahun mendatang agar manfaatnya semakin merata. “Program ini akan terus dilanjutkan supaya semakin banyak sekolah yang merasakan dampaknya,” pungkasnya.
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan satuan pendidikan, sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
(***)

Posting Komentar untuk "Perpustakaan Direhab, Semangat Literasi Siswa SDN 2 Jatisari Kebumen Kembali Menyala"