Buku Bacaan Jadi Penyemangat Siswa SMP Negeri 2 Dewantara Aceh Utara Bangkit Pascabanjir

Aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 2 Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, perlahan kembali bergeliat setelah sekolah tersebut terdampak banjir. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
 

ACEH UTARA — Aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 2 Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, perlahan kembali bergeliat setelah sekolah tersebut terdampak banjir. Di tengah keterbatasan sarana, bantuan buku bacaan literasi menjadi salah satu penopang penting dalam memulihkan semangat belajar para siswa.

Kepala SMP Negeri 2 Dewantara, Islainiah, mengatakan kehadiran buku-buku bacaan tersebut memberi dampak positif bagi peserta didik yang sempat kehilangan fokus akibat bencana.

“Buku bacaan literasi sangat membantu anak-anak kembali bersemangat belajar. Kami manfaatkan dalam kegiatan pembelajaran dan literasi, agar mereka bisa perlahan bangkit setelah mengalami banjir,” ujar Islainiah, Selasa (27/1/2026).

Tak hanya buku bacaan, sekolah juga menerima bantuan laptop Merah Putih dari Dinas Pendidikan pada 9 Januari 2026. Perangkat tersebut kini digunakan untuk menunjang kelancaran administrasi di ruang Tata Usaha. Selain itu, bantuan Buku Yasin serta berbagai alat kebersihan turut dimanfaatkan dalam proses pembersihan lingkungan sekolah pascabanjir.

“Laptop sangat membantu kerja administrasi kami di masa pemulihan. Sementara alat kebersihan langsung kami gunakan untuk membersihkan ruang-ruang yang terdampak,” jelas Islainiah.

Fasilitas Rusak, Pembelajaran Tetap Berjalan

Banjir sebelumnya menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari Ruang Guru, Ruang TIK, Laboratorium IPA, tujuh ruang kelas, UKS, perpustakaan, toilet, hingga mushalla. Kondisi tersebut membuat sekolah harus melakukan penyesuaian agar kegiatan belajar tetap berlangsung.

“Beberapa ruang belum bisa digunakan secara optimal. Kami mengatur ulang jadwal dan pemanfaatan ruang agar pembelajaran tetap berjalan,” kata Islainiah.

Kegiatan belajar mengajar kembali dimulai sejak 5 Januari 2026, dengan delapan rombongan belajar. Dari total 16 ruang kelas yang dimiliki, hanya delapan ruang yang saat ini dapat digunakan, dengan kondisi mebelair yang masih terbatas dan disesuaikan dengan situasi pascabanjir.

Saat ini, SMP Negeri 2 Dewantara melayani 185 peserta didik, didukung 22 guru dan 13 tenaga kependidikan. Seluruh unsur sekolah terlibat aktif memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi, meski sarana belum sepenuhnya pulih.

Pemulihan Mental Jadi Perhatian

Selain perbaikan fisik, pihak sekolah juga menaruh perhatian besar pada kondisi psikologis murid. Berbagai kegiatan psikososial dilakukan untuk membantu siswa memulihkan rasa aman dan nyaman setelah mengalami bencana.

“Kami tidak hanya fokus pada bangunan, tapi juga kondisi mental anak-anak. Mereka perlu merasa aman dan tenang agar bisa kembali belajar dengan baik,” ujar Islainiah.

Di tengah proses pemulihan, sekolah masih membutuhkan dukungan lanjutan, baik untuk sarana prasarana maupun perangkat pendukung pembelajaran lainnya. Harapannya, pemulihan dapat berjalan bertahap hingga seluruh fasilitas kembali berfungsi optimal.

Pemerintah Tekankan Pemulihan Pendidikan Secara Menyeluruh

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dasmen), Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa pemulihan layanan pendidikan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik sekolah.

“Pemulihan pendidikan harus menyentuh semangat belajar dan rasa aman murid. Bantuan buku bacaan, perangkat pendukung sekolah, hingga dukungan psikososial merupakan bagian dari upaya memulihkan ekosistem pendidikan secara utuh,” ujar Gogot.

Gogot menambahkan, kehadiran pemerintah bertujuan memastikan sekolah kembali menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh harapan bagi anak-anak, meski berada dalam situasi sulit.

Berdasarkan data terbaru per 25 Januari 2026, pemerintah telah menyalurkan sekitar 32 ribu buku teks utama dan 23 ribu buku nonteks pelajaran ke wilayah Aceh sebagai bagian dari dukungan pemulihan pendidikan pascabencana.

(***)


Posting Komentar untuk "Buku Bacaan Jadi Penyemangat Siswa SMP Negeri 2 Dewantara Aceh Utara Bangkit Pascabanjir"