GIANYAR -- Pendidikan nonformal kembali menunjukkan perannya sebagai jalur strategis menuju dunia kerja global. Sebanyak 1.658 lulusan lembaga kursus dan pelatihan di Provinsi Bali resmi dilepas untuk bekerja di berbagai negara, menandai keberhasilan penguatan pendidikan vokasi berbasis keterampilan.
Pelepasan ribuan alumni tersebut dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK). Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa pendidikan nonformal mampu mencetak tenaga kerja dengan daya saing internasional.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menyatakan bahwa kursus dan pelatihan memiliki posisi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul. Menurutnya, kompetensi menjadi kunci utama kesuksesan di tengah persaingan global.
“Kompetensi adalah rukun kehidupan. Siapa pun yang ingin sukses harus menguasai keahlian yang kompetitif. Itulah bekal utama untuk masuk ke arena kerja nasional maupun internasional,” ujar Atip dalam sambutannya, Selasa (27/1/2026).
Atip menambahkan, skema kebekerjaan ke luar negeri memberikan peluang besar bagi lulusan kursus karena pembelajaran yang menitikberatkan pada praktik. Hal tersebut membuat lulusan lebih cepat beradaptasi di dunia kerja profesional.
“Keberangkatan ini membuktikan bahwa lulusan kursus mampu bekerja ke luar negeri melalui jalur yang aman dan terstruktur. Kalian bukan hanya pekerja, tetapi juga duta bangsa. Tunjukkan etos kerja terbaik dan ambil pelajaran positif dari negara tempat kalian bekerja,” pesan Atip.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, mengapresiasi konsistensi lembaga kursus di Bali dalam menghadirkan pelatihan vokasional yang adaptif dengan kebutuhan industri global. Adapun bidang keterampilan yang banyak diminati meliputi perhotelan, spa, pertanian, hingga barista.
“Kami berharap para lulusan dapat menjaga nama baik Indonesia dengan menjunjung tinggi disiplin, profesionalisme, dan etos kerja,” ujar Yaya.
Tercatat, terdapat sembilan lembaga kursus di Bali yang berperan aktif dalam menyiapkan peserta didik untuk bekerja di luar negeri, antara lain Overseas Training Centre (OTC), BEC Academy, Bali Saraswati SPA Academy, Tulip SPA School, Taruna Samudra, Gayatri Binar Abadi, Bali International Tourism School, Queen International, serta Lembaga Pendidikan Bali Asia.
Upaya perluasan kebekerjaan luar negeri juga diperkuat melalui Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) yang menyasar anak putus sekolah dan pencari kerja muda. Berdasarkan hasil tracer study PKK tahun 2025, sebanyak 83 persen lulusan program ini telah terserap di dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi), Bibit Waluyo, menilai program kursus dan pelatihan berkontribusi besar dalam menekan angka pengangguran sekaligus membuka akses kerja global.
“Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Jangan pernah berhenti berjuang mengembangkan karier melalui peningkatan keterampilan,” ujar Bibit.
Keberhasilan ribuan lulusan kursus asal Bali menembus pasar kerja internasional menjadi sinyal kuat bahwa pendidikan nonformal kini bukan lagi jalur alternatif, melainkan jalan strategis menuju masa depan yang lebih kompetitif dan berdaya saing global.
(***)

Posting Komentar untuk "Ribuan Lulusan Kursus Asal Bali Siap Berkarier ke Luar Negeri"