Sekolah Rakyat Dinilai Jadi Terobosan Pendidikan bagi Anak dari Keluarga Kurang Mampu

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti (tengah) mengatakan, Sekolah Rakyat menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI yang mendapat dukungan penuh Kemendikdasmen, khususnya dalam aspek akademik. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen) 
 

JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menegaskan dukungan penuh terhadap Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini dinilai menjadi langkah berani negara dalam membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini terpinggirkan dari layanan pendidikan formal.

Presiden Prabowo menyebut Sekolah Rakyat sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Ia menekankan bahwa sekolah berasrama tersebut dirancang untuk memberi harapan baru bagi anak-anak yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi dan sosial.

“Sekolah berasrama untuk mereka yang mungkin tidak punya harapan, mereka yang berasal dari keluarga dengan kondisi tertinggal,” ujar Presiden Prabowo saat peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, Sekolah Rakyat menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden yang mendapat dukungan penuh Kemendikdasmen, khususnya dalam aspek akademik. Dukungan tersebut mencakup penyusunan kurikulum hingga penyiapan tenaga pendidik agar program berjalan sesuai tujuan.

“Dari sisi akademik, Sekolah Rakyat telah berjalan sesuai kurikulum yang disiapkan pemerintah dan benar-benar memberikan manfaat besar bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu,” kata Menteri Mu’ti di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Menteri Mu'ti menjelaskan, kurikulum yang diterapkan dirancang fleksibel dengan skema multi-entry dan multi-exit untuk menyesuaikan latar belakang siswa yang beragam. Pendekatan ini memungkinkan peserta didik yang sempat terputus sekolah tetap dapat mengikuti pembelajaran sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Selain itu, Kemendikdasmen juga memberi perhatian khusus pada penyiapan guru. Para pendidik yang ditugaskan di Sekolah Rakyat dibekali pelatihan khusus agar mampu mendampingi siswa dengan kondisi sosial dan akademik yang berbeda-beda. Sebagian besar guru merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dinilai siap terjun ke lapangan.

Penguatan kapasitas kepala sekolah dan guru turut dilakukan melalui pelatihan bersama Kementerian Sosial. Kepala sekolah telah mengikuti pembekalan khusus, sementara guru-guru dipersiapkan untuk mengelola pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kemandirian siswa.

Menurut Menteri Mu’ti, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk menemukan potensi diri dan membangun masa depan yang lebih baik. “Ini adalah tempat anak-anak tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang kuat dan berdaya saing,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak yang sebelumnya terputus dari layanan pendidikan formal agar dapat kembali memperoleh hak belajar secara layak dan bermutu. Ke depan, Kemendikdasmen bersama kementerian terkait memastikan penyelenggaraan Sekolah Rakyat berjalan seiring dengan sekolah umum lainnya agar berkelanjutan, inklusif, dan berkualitas.

Melalui penguatan kebijakan, sinergi lintas sektor, serta peningkatan mutu pembelajaran, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi instrumen strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan dan memperluas kesempatan hidup yang lebih baik melalui pendidikan.

(***)


Posting Komentar untuk "Sekolah Rakyat Dinilai Jadi Terobosan Pendidikan bagi Anak dari Keluarga Kurang Mampu"