Tekankan Penguatan SDM, Mendagri Dorong Daerah Optimalkan Program Prioritas Nasional

Mendagri Muhammad Tito Karnavian saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Hotel Aston Batam, Kepulauan Riau, Selasa (20/1/2026). (Foto: Puspen Kemendagri)
 

BATAM -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya penguatan human capital atau kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama kemajuan daerah dan bangsa. Menurutnya, daerah yang memiliki SDM unggul akan lebih siap bersaing dan beradaptasi di tengah perubahan global, terlepas dari besar atau kecilnya sumber daya alam yang dimiliki.

Penegasan tersebut disampaikan Mendagri saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Hotel Aston Batam, Kepulauan Riau, Selasa (20/1/2026). Rakernas tahun ini mengusung tema “Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera”.

Mendagri mencontohkan sejumlah negara yang minim sumber daya alam, namun mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi dunia berkat investasi serius pada kualitas manusianya. Singapura menjadi salah satu contoh nyata bagaimana keunggulan SDM mampu mengompensasi keterbatasan sumber daya alam.

Dalam konteks Indonesia, Mendagri menyebut Presiden RI Prabowo Subianto sejak lama menaruh perhatian pada paradoks bangsa yang kaya sumber daya alam, tetapi masih dihadapkan pada persoalan kemiskinan dan ketimpangan. Dari pemahaman tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto merumuskan arah kebijakan pembangunan yang lebih berpihak kepada rakyat.

“Beliau membalik pendekatan ekonomi yang selama ini cenderung liberal dan menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar. Arah kebijakannya digeser menjadi ekonomi kerakyatan, di mana negara hadir lebih kuat untuk mencegah kesenjangan kaya dan miskin,” ujar Mendagri.

Mendagri menjelaskan, sejumlah program prioritas nasional yang digagas Presiden Prabowo—seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga program swasembada pangan—merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program-program tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah sebagai motor penggerak pembangunan di wilayah masing-masing.

Lebih jauh, Mendagri optimistis Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi besar dunia. Optimisme itu didukung berbagai proyeksi dari lembaga internasional seperti World Bank, International Monetary Fund (IMF), hingga McKinsey. Namun, peluang besar tersebut tidak akan tercapai jika daerah hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau Transfer ke Daerah (TKD).

“Jangan pernah bermimpi daerah bisa melompat jauh kalau hanya mengandalkan APBD, apalagi TKD. Lompatan pembangunan akan terlihat jika sektor swasta tumbuh dan bergerak di daerah,” tegas Mendagri.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer, Mendagri memaparkan sejumlah strategi yang dapat ditempuh pemerintah daerah. Di antaranya, meningkatkan efisiensi dan kualitas belanja melalui percepatan realisasi APBD, menciptakan inovasi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak membebani masyarakat, memanfaatkan program strategis nasional sebagai peluang pertumbuhan, serta menciptakan iklim usaha yang ramah melalui kemudahan perizinan bagi investor.

Dengan penguatan SDM, dukungan kebijakan nasional, dan keterlibatan aktif sektor swasta, Mendagri yakin daerah akan menjadi penggerak utama lompatan ekonomi Indonesia ke level yang lebih tinggi.

(***)


Posting Komentar untuk "Tekankan Penguatan SDM, Mendagri Dorong Daerah Optimalkan Program Prioritas Nasional"